Listening Part 1 – Kesederhanaan

Sekitar beberapa bulan lalu , saya memutuskan hal yang penting dalam hidup ini ( #bahasaagakformaldikityeee..) , untuk tidak melakukan komunikasi dengan mantan saya lagi , baik dalam bentuk apapun, chat,fb,tweet,bbm an , whatss app , atau dalam bentuk apapun , Why ? oke , saya akan sedikit berikan latar belakang.

Sebut saja namanya citek , gadis berusia sekitar 24 , besar dimedan , menyelesaikan pendidikan diplomanya setahun lalu , bekerja di salah satu bank swasta sebagai seorang costumer complent ( terima makian costumer dalam bentuk apapun lalu melaporkannya dalam bentuk report bla bla bla ).Satu hal yang cukup menarik dari citek ini adalah kesederhanaannya, jarang dimiliki anak seusia nya. Seperti gelas yang hanya terisi sekitar 5-10 persen nya sajah , dan siap untuk diisi dengan semua tulisan perjalanan hidupnya yang baru baru dan baru. Mungkin itu sedikit banyaknya gambaran dari citek.

Aku sering bercerita tentang citek dengan teman ku , mereka selalu berkata bahwa citek salah satu wanita yang ideal yang pernah kukenal untuk dijadikan istri , meski aku punya sudut pandang yang lain akan hal itu. Wanita yang sederhana di mindseate saya adalah pribadi yang cerdas, yang mampu memilah antara fakta dan opini , mengolah informasi menjadi satu knowladge yang melengkapi library nya hingga menjadi satu kebijaksanaan . Disisi lain pribadi sederhana seidealnya gak seribet yang saya bayangkan , mau makan yah bilang mau makan , mau kedokter yang bilang kedokter , mau ke service hp yah ke service hp . Mampu Berkomunikasi secara Logis tanpa harus meninggalkan sisi sisi humanis dan sensitifitas perasaannya ( nah sekarang yang rumit siapa ? gue atau citek ? ) , hahahhaha

goodbye

Tapi jujur , dibanding semua mantan yang ada , citek adalah pribadi yang cukup mengesankan , memberikan pelajaran bahwa hidup harus dan pasti selalu bersentuhan dengan sisi sisi sensitifitas , bahwa mungkin pria dominan memakai logika dan rasionalitasnya dalam bersikap , tapi pria juga harus pake hati dalam bersikap dan memutuskan sesuatu .Sayang semuanya sudah berakhir , saya tidak menyesali apa yang sudah terjadi , saya hanya akan menyesali apa yang seharusnya saya lakukan tapi tidak saya lakukan , yah saya belum mengucapkan selamat tinggal.

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s