Routing Protokol Ad Hoc On-demand Distance Vector (AODV)

——————————————————————————————————————————

Ronald M Hutabarat

Departement Informatika

Institut Teknologi Telkom

ronaldhutabarat@yahoo.com

—————————————————————————————————————————————-

          AODV adalah sebuah routing protocol yang dibuat untuk jaringan MANET. AODV adalah on demand routing, dimana algoritma ini akan membangun rute antara node hanya apabila diinginkan oleh source node. AODV memelihara rute tersebut sepanjang masih dibutuhkan oleh source node. AODV menggunakan sequence number untuk memastikan bahwa rute yang dihasilkan adalah loop-free dan memliki informasi routing yang paling update.

          AODV menciptakan suatu rute dengan menggunakan route request (RREQ) dan route reply (RREP). Ketika source node menginginkan suatu rute menuju destination node tetapi belum mempunyai rute yang benar, maka source node akan menginisialisasi route discovery process untuk menemukan rute ke destination node. Source node akan mem-broadcast paket RREQ menuju node tetangganya . RREQ paket berisi source address, destination address, hop counter, source and destination sequence number, dan broadcast ID. Nilai Broadcast ID akan bertambah satu setiap suatu source node mengirimkan RREQ yang baru dan digunakan sebagai identifikasi sebuah paket RREQ. Jika node yang menerima RREQ memiliki informasi rute menuju destination node, maka node tersebut akan mengirim paket RREP kembali menuju source node. Tetapi jika tidak mengetahui maka node tersebut akan mem-broadcast ulang RREQ ke node tetangganya setelah menambahkan nilai hop counter. Node yang menerima RREQ dengan nilai source address dan broadcast ID yang sama dengan RREQ yang diterima sebelumnya akan membuang RREQ tersebut. Source sequence number digunakan oleh suatu node untuk memelihara informasi yang valid mengenai reverse path (jalur balik) menuju ke source node. Pada saat RREQ mengalir menuju node tujuan yang diinginkan, dia akan menciptakan reverse path menuju ke node, setiap node akan membaca RREQ dan mengidentifikasi alamat dari node tetangga yang mengirim RREQ tersebut. Ketika destination node atau node yang memiliki informasi rute menuju destination menerima RREQ maka node tersebut akan membandingkan nilai destination sequence number yang dia miliki dengan nilai destination sequence number yang ada di RREQ. Jika nilai destination sequence number yang ada di RREQ lebih besar dari nilai yang dimiliki oleh node maka paket RREQ tersebut akan dibroadcast kembali ke node tetangganya, sebaliknya jika nilai destination sequence number yang ada di node lebih besar atau sama dengan nilai yang ada di RREQ maka node tersebut akan mengirim route reply (RREP) menuju source node dengan menggunakan reverse path yang telah dibentuk oleh RREQ . Intermediate node yang menerima RREP akan mengupdate informasi timeout (masa aktif rute) jalur yang telah diciptakan. Informasi rute source ke destination akan dihapus apabila waktu timeoutnya habis.

Di dalam AODV setiap node bertanggung jawab untuk memelihara informasi rute yang telah disimpan di dalam routing table-nya. Pada saat pengiriman data apabila terjadi perubahan topologi yang mengakibatkan suatu node tidak dapat dituju dengan menggunakan informasi rute yang ada di routing table, maka suatu node akan route error packet (RRER) ke node tetangganya dan node tetangganya akan mengirim kembali RRER demikian seterusnya hingga menuju source node .Setiap node yang memperoleh RRER ini akan menghapus informasi yang mengalami error di dalam routing table-nya. Kemudian source node akan melakukan route discovery process kembali apabila rute tersebut masih diperlukan.

4 Comments

  1. bagai mana cara kerja algoritma aodv ini jika diterapkan pada pencaraian rute terpendek, apakah algoritma ini bisa di terapkan untuk mencari jalan terpendek seperti algoritma semut dan algoritm disktra,,,,, mohon pencerahanx
    GBU

    • saya gak ngerti pertanyaan pertanyaan mahasiswa saat ini , kenapa bertanya cocok apa tidak
      bisa atau tidak
      berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami , penyusunan satu kerangka dalam penelitian itu penting banget loh
      yang dulu saya temuin , mereka bikin aplikasi atau program nya dulu baru susun masalah dan tujuan nya apa , itu sama ajah kayak kamu bikin toilet dulu terus baru nyadar apa gunanya Pup , aneh kan ?
      mending coba cari masalah nya dulu apa , terus seberapa penting sih topik masalah itu diangkat , terus kira kira solusi yang mau kamu ajukan apa
      kalo pun solusi yang kamu tawarkan itu gak bisa diterapkan dalam menyelesaikan masalah yang tadi kamu angkat , toh itu juga penelitian loh , trust me . saya perlu kemukakan hal ini , karena dari tahun ke tahun case stag nya mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi nya itu bukan karena mood nya doank , tapi emang dasarnya dia gak tau mau ngerjain apa lagi , why ? karena kerangka berpikir nya dalam menyelesaikan penelitian nya juga udah gk jelas .
      sekali lagi bukan bermaksud menceramahi yah , tapi cuma berbagi sedikit pengalaman sajah .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s