Celana Dalam On-Line

Online sekarang bukan monopoli dalam  penggunaan internet lagi atau untuk kepentingan komunikasi lainnya, tetapi sudah pula memasuki dunia buang air besar. Samavita, sebuah  perusahaan di Australia memperkenalkan produk inovasi barunya yang dapat menolong kaum jompo atau cacat yang tidak mampu mengurus diri. Teknologi itu disebut SIMsystem alias celana dalam online atau daleman elektronik. Celana itu dilengkapi suatu perangkat elektronik yang mampu mengirim sinyal khusus ke komputer dan diteruskan berupa pesan SMS atau pager.

Menurut penjelasan perusahaan tersebut, teknologi itu berguna untuk kaum jompo atau cacat yang sulit mengurus dirinya saat akan buang air besar. Suster atau perawat di panti jompo langsung diberitahu melalui SMS atau pager berdasarkan kiriman sinyal yang dipancarkan dari celana dalam online yang dikenakan kepada orang yang kesulitan untuk buang air besar. Celana itu dilengkapi elemen yang dapat diganti, mirip dengan popok. Selain itu juga terdapat sebuah transmitor kecil yang diselipkan di dalam popok untuk mendeteksi sensor melalui mekanisme tertentu yang bisa mengetahui bila si pemakai hendak buang air besar. Transmitor itulah yang akan mengirim sinyal ke komputer induk.

Teknologi ini akan diperkenalkan di seluruh panti jompo di negara bagian New South Wales setelah sukses dikampanyekan di negara bagian Victoria. Diharapkan, dengan penggunaan tehnologi yang canggKepala Eksekutif Korporat Simavita, Philippa Lewis, daleman berteknologi canggih itu akan
“Kami ih itu, para perawat panti jompo dapat menghemat waktu dalam mengurus setiap orangnya. Dengan demikian akan mengurangi biaya yang diperlukan bagi perawatan kaum jompo disamping tetap menjaga martabat kaum jompo yang perlu bantuan dalam mengurus dirinya. Hanya dengan melihat layar monitor, para perawat dapat mengetahui keinginan para orang jompo yang tak perlu repot memanggil perawatnya. Bukan tidak mungkin orang akan meciptakan robot perawat untuk keperluan merawat orang jompo secara online, siapa tahu.

Alat ini mungkin belum dibutuhkan di Indonesia sebab sifat kekerabatan yang tumbuh di Indonesia sangatlah menghormati orang tua. Orang tua masih menjadi figur sentral sebagaimana budaya mudik tak lain untuk melakukan sungkeman dengan orang tua disamping silahturahmi dengan kerabat lainnya.  Lain halnya dinegara barat, anak tumbuh dewasa harus mampu mandiri dan karena budayanya seperti itu sifat individualismenya lebih menonjol. Sebaliknya di Indonesia, anak sudah lulus perguruan, orang masih sibuk mencarikan pekerjaan buat anaknya. Plus minus budaya yang berlaku, lain bangsa lain budaya, tehnologi akan tumbuh sejalan dengan kebutuhan manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s