Kecocokan Pasangan Dilihat dari Urutan Lahir

Source : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/wanita/2009/07/17/623/Kecocokan-Pasangan-Dilihat-dari-Urutan-Lahir

Menurut penelitian Dr Kevin Leman yang dipublikasikan dalam situs AOL Personal, pasangan paling cocok adalah perempuan yang menjadi anak sulung di keluarganya, dengan laki-laki yang merupakan anak bungsu dan memiliki kakak perempuan.Menurut Leman, perempuan sulung cenderung otoriter dan tegas, karena terbiasa menjadi panutan bagi adik-adiknya. Mereka agak kaku, tapi sangat perhatian.Sebaliknya, laki-laki bungsu dalam keluarganya biasanya lebih santai menikmati hidup, tapi punya pengalaman menghadapi kakak perempuannya

Pasangan ini cocok, sebab sang perempuan akan merasakan hal-hal baru dan menarik saat bersama dengan si lelaki bungsu. Secara bersamaan, si bungsu yang cenderung manja akan merasa nyaman dirawat oleh si sulung. Lelaki ini juga merasa hidupnya lebih teratur saat bersama si sulung.

Kecocokan serupa bisa ditemukan oleh pasangan yang terdiri atas: anak tunggal yang berpasangan dengan anak bungsu, anak tengah yang berpasangan dengan anak bungsu.

Bagaimana kecocokan pasangan yang lain?

1. Anak sulung berpasangan dengan anak sulung

Pasangan ini rentan berkonflik. Anak sulung biasanya suka mengatur dan sulit mengalah. Bila kedua-duanya sulung, Anda bisa bayangkan betapa sulitnya mereka berkompromi.

2. Anak sulung berpasangan dengan anak tengah
Pasangan ini mungkin tidak terlalu banyak berkonflik, tapi bukan berarti damai dan baik-baik saja, sebab ada salah satu pihak yang berkorban terlalu banyak untuk menjaga keharmonisan hubungan. Anak tengah terbiasa mengalah terhadap saudara-saudaranya, saat berpasangan dengan anak sulung, dia pun cenderung melakukan hal serupa.

3. Anak tengah berpasangan dengan anak tengah
Anak tengah, karena terbiasa mengalah, biasanya tidak terlalu terbuka dalam berkomunikasi. Mereka lebih suka diam atau memendam keinginan atau isi pikiran tanpa mau berbagi dengan orang lain. Bila anak tengah berpasangan dengan anak tengah, harus ada kesepakatan untuk saling belajar berkomunikasi lebih efektif.

4. Anak tengah berpasangan dengan anak bungsu

Agar hubungan berjalan baik, si anak tengah harus bisa bersikap lebih tegas. Bila tidak, ia akan terseret dalam pengaruh si anak bungsu yang cenderung terlalu santai dalam hidup.

5. Anak bungsu berpasangan dengan anak bungsu
Keduanya terlalu santai menghadapi hidup. Komitmen yang dijalani pun akhirnya bisa dipertanyakan, seriuskah?

6. Anak tunggal berpasangan dengan anak tunggal
Sama-sama manja dan keras kepala. Mereka juga tidak punya pengalaman bergaul dekat dengan lawan jenis karena di rumah tidak ada saudara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s