Sinetron “Sampah” Membantu Saya dalam belajar

Penonton sinetron umumnya adalah perempuan. Perempuan menyukainya karena unsur emosi yang kuat dalam alur cerita dan merasa ikut terlibat di dalamnya. Tak hanya itu, sinetron pun menjadi medium untuk mendapatkan suatu kesenangan (leisure). Permasalahannya di sini, perempuan terbagi menjadi dua kategori. Yang pertama adalah perempuan yang bekerja di dalam rumah dan melakukan pekerjaan domestik, ciri khas dari ‘perempuan tradisional’. Kategori kedua adalah perempuan yang bekerja di luar rumah dan mempunyai kesempatan leisure yang lebih banyak.

Leisure bagi ‘perempuan tradisional’ tidak ada batasannya karena pekerjaan dengan rumah tangga bercampur setiap hari dan dalam hal ini sinetron adalah medium yang menjadi sarana untuk melakukan leisure tersebut. Lain halnya dengan ‘perempuan non-domestik’ yang mempunyai batasan yang tegas antara pekerjaan dengan rumah tangga (domestik dengan publik) sehingga batasan perannya jelas.

Dalam diri perempuan terdapat konsep ethic of care yaitu kecenderungan perempuan untuk lebih memperhatikan kepentingan orang lain di atas kepentingan dirinya sendiri. Konsep ini membuat perempuan merasa bersalah ketika harus meninggalkan pekerjaannya atas orang lain demi dirinya sendiri. Dalam hal ini, sinetron memiliki sifat yang fleksibel yaitu dapat ditonton di saat yang bersamaan melakukan pekerjaan lainnya. sinetron membantu perempuan untuk keluar sejenak dari dari tekanan pekerjaannya. Lebih jauh lagi, membantu perempuan untuk menjalankan konsep ethic of care tersebut tanpa membuatnya merasa bersalah.

Tak hanya itu, sinetron pun menjadi referensi dan modal bagi perempuan dalam membangun hubungan dengan orang lain. Sesuatu yang berarti dan membuat perempuan terus menerus termotivasi untuk menonton. Di sinilah sebenarnya sinetron dapat menjadi modal sosial dan alat pendidikan yang efektif menjangkau perempuan.

Tapi yah sudah lah cukup,kasihan juga lama lama perempuan di judge,hanya saja setiap ada sinetron di tv indonesia,yang pasti bukan ide ceritanya yang pertama kali menjadi bahan pertimbangan saya dalam memutuskan apakah acara itu kulanjutkan apa tidak untuk dinikmati,tapi para pemainnya,karena pada dasarnya dunia sinetron indonesia kontent ceritanya lebih banyak penciplakannya.Kejar tayang menjadi dalih mereka atas buruknya kualitas sinetron indonesia.tapi yang pasti  SETIAP ADA SINETRON SAMPAH DI TV,keinginan untuk menonton pun Hilang sudah,Belajar menjadi lat yang tepat sebagai Sarana Killing Time.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s