GOD is an orchestra conductor.

He conducts the most complex yet most harmonic orchestral composition. THE UNIVERSE.
Alam semesta adalah sebuah komposisi mahakarya yang begitu kompleks. If you ever had a chance to took part in an orchestra, as a violin player, trumpet player, bells, or anything, you would notice that everyone has their own part. Seorang pemain biola harus berkonsentrasi pada nada-nada yang tertulis di partiturnya. Seorang pemain crash cymbal juga berkonsentrasi pada partitur yang dipercayakan padanya. Andaikan kita bisa meminjam kedua partitur yang berbeda dari tiap musisi yang bertanggung jawab pada instrumen musik yang berbeda, kita akan menemukan bahwa kedua partitur itu punya perbedaan yang cukup mencolok.

Supaya komposisi sebuah orkerstra berjalan dengan baik, seorang pemain biola harus memainkan nada-nada yang ditentukan bagi dia pada saat yang tepat pula. Demikian halnya dengan seorang pemain perkusi. Andaikata kedua musisi saling bertukar partitur, sudah pasti musik yang dihasilkan tidak akan terdengar seindah/seperti yang seharusnya dikehendaki oleh sang konduktor.The same thing goes for our lives. GOD provided each and every one of us with our own instrument, and our own partiture. To make it simple, everybody is provided with THEIR OWN TOOLS and THEIR OWN INSTRUCTIONS.

Masing-masing dari kita diciptakan dengan kelebihan masing-masing. Oleh karena itu, tugas kita pun berbeda-beda. Seorang pemain bell dalam sebuah kelompok orkestra mungkin akan terlihat remeh. Instrumen yang dia mainkan hanyalah sebuah bell atau triangle kecil tanpa nada. Hanya dipukul sesekali, dan tidak memiliki nada yang dapat divariasikan. Tapi peran nya mungkin SANGAT diperlukan untuk menciptakan suasana dan tambahan suara yang diperlukan untuk menciptakan sensasi yang tepat di momen yang tepat (dalam komposisi yang dibawakan).

Profesi kita mungkin terlihat kecil. Ada sebagian dari kita yang punya tanggung jawab besar sebagai pejabat, direktur perusahaan, seorang public figure, atau seorang kepala keluarga. Ada sebagian dari kita yang menjadi supir pejabat, office boy sebuah kantor, bahkan ibu rumah tangga. Bayangkan adegan ini, seorang pejabat tidak bisa sampai tepat waktu ke tempat bekerjanya, atau dalam pertemuan penting dengan pejabat lain untuk membahas masalah kerjasama antar bangsa. Bila seorang supir pejabat tidak bisa mengemudikan mobilnya dengan baik dan tepat waktu, kemungkinan besar kerjasama antar kedua bangsa yang bersangkutan tidak bisa terwujud. Demikian pula halnya dengan office boy yang bekerja serabutan supaya seorang direktur perusahaan bisa dengan efektif dan efisien menjalankan perusahaannya. Seorang ibu/istri yang dengan tekun bangun pagi setiap harinya, menyediakan sarapan, baju untuk suaminya, mengurusi anak-anaknya yang perlu pergi ke sekolah, dan mencuci baju, merapikan rumah, menyapu/mengepel lantai, supaya rumah tangga yang disupport oleh suami/kepala rumah tangga bisa berjalan dengan baik. Sehingga saat sang suami/kepala keluarga pulang, dia bisa beristirahat dengan cukup agar keesokan hari bisa kembali lagi bekerja dengan tubuh yang segar, dan istirahat yang cukup.Each and everyone of us has our part/role in GOD’s complex and great composition. What seem to us as a small role, seems EQUAL in GOD’s eyes. He valued every profession, every individual, everybody young and old, man or woman. Yang perlu kita lakukan adalah melakukan tugas kita sebaik mungkin, sambil tetap menghargai semua orang yang ada, siapapun dan apapun profesi mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s