NASA Rakit Detektor Gunung Berapi

TEMPO InteraktifJakarta – Tim penelitian gas berbahaya di landasan peluncuran pesawat ruang angkasa NASA membangun sistem peringatan dini terhadap letusan gunung berapi. Sehingga orang disekitar gunung berapi akan cepat tanggap terhadap gas berbahaya dan letusan gunung. Tim ini membuat alat pendeteksi gas berbahaya dengan memperkecil peralatan yang biasa digunakannya.

Griffin dan timnya mungkin hanya perlu waktu singkat dalam membangun sistem itu. Pasalnya, mereka sudah aktif dalam penelitian gas berbahaya dalam peluncuran pesawat ruang angkasa. “Ada berbagai jenis letusan gunung berapi, beberapa memiliki jenis gas dan sebagian lain tidak punya gas,” kata Griffin. “Ide jangka panjangnya, kami akan mencirikan gunung berapi. Kemudian jika gunung berapi lebih aktif, kami bisa mendapatkan gagasan lebih baik mengenai seberapa aktif dan seberapa kuat letusan dan gas yang keluar? “

Griffin, merupakan kepala Analis kimia NASA Kennedy Space Center’s, tidak pernah mengamati gunung berapi. “Proyek ini dimulai sebagai cara mendorong batas-batas dengan sistem antar-jemput,” kata Richard Arkin dari ASRC Aerospace, rekan pendesain detektor. “Kami ingin membuatnya lebih kecil, lebih kuat dan lebih ringan tetapi tetap mempertahankan kemampuan operasional dan pemeliharaan.”

Mereka menetapkan membuat unit yang relatif otonom, tetapi masih dapat diandalkan dan ramah lingkungan.  Detektor seberat 75 kilogram, setinggi 9 inci atau sedikit lebih besar dari tas ransel sehingga memungkinkan membuat alat ini dibawa dalam ransel.

Pengujian pertama alat itu akan dilakukan di tanah Kosta Rika dimana sebagian besar penduduk tinggal di sekitar atau dekat empat gunung berapi aktif. Mereka tidak hanya khawatir tentang letusan tiba-tiba, tetapi juga konsentrasi karbon dioksida tinggi gunung api. Gas cenderung membunuh semua vegetasi dan ternak di dekat daerah ini, tetapi orang tidak dapat melihat karbon dioksida.

Detektor menunjukkan cara pencari kantong gas dan bagaimana mereka berubah.”Itu adalah sesuatu yang saya tidak pernah berpikir untuk melakukan,” kata Arkin.

Tim juga menempatkan detektor di kursi belakang mobil guna mengambil contoh udara di Kosta Rika. Di masa mendatang, Griffin ingin memuat meletakkannya ke atas gunung menggunakan pesawat tanpa awak.Hasil temuannya diharapkan bisa memberikan informasi bagi peneliti menentukan kapan dan bagaimana gunung berapi akan meletus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s