Megawati Sindir Para Pembohong

PONTIANAK, KOMPAS.com – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri menyindir banyaknya tukang bohong dan perilaku politikus yang gemar pindah partai demi kepentingan pribadi. “Ada, karakternya sangat banyak. Beberapa (ada) yang saya kenal,” kata Megawati Soekarnoputri saat menghadiri Konferensi Daerah (Konferda) III DPD PDI-P Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa (23/3/2010) sore

Megawati mengatakan, politikus ini seperti tidak ada arah. Suatu saat masuk PDI, kemudian ke PDI Perjuangan, lalu ke partai lain dan kembali ke PDI Perjuangan. Ia mengingatkan, perilaku seperti itu telah melecehkan diri sendiri karena sudah tidak mempunyai harga diri lagi.

Untuk itu Megawati mempersilakan bagi kader partai yang ingin bersikap seperti itu untuk berbicara secara terbuka. “Silakan keluar dari pintu itu. Dari pada mengendap-endap, nanti ketahuan juga,” tegasnya.

Ia melanjutkan, ada yang pernah tetap berkampanye untuk PDI-P. “Namun, ada yang juga berpakaian seperti kita tetapi jiwanya tidak di PDI Perjuangan. Saya pun bertanya-tanya, sudah masuk partai sana atau belum. Partai tentu saja memilih kader yang segar dan baru,” katanya.

Sedangkan untuk yang kerap berbohong, ia menjadi ingat perkataan sang ayah, mantan Presiden Soekarno. Soekarno pernah berpesan, kalau berbohong satu kali orang akan lupa. “Tetapi kalau berbohong berkali-kali, tidak ada tempat untuknya di dunia ini,” kata Megawati.

Ia menambahkan, PDI-P tidak membutuhkan kader seperti itu. Ia juga menyatakan kekaguman terhadap loyalitas Cornelis yang juga Ketua DPD PDI-P Kalbar. “Seperti itulah yang harusnya disebut kader di partai politik. Ada kebanggaan diri,” kata Mega.

Selain itu, tidak ada pemaksaan untuk menetapkan pilihan di partai politik tertentu guna menampung aspirasi. “Kalau pilihan hanya sekadar untung rugi, akan terlihat mereka yang hanya keluar masuk partai,” katanya.

Sementara mengenai hasil Pemilu 2009, Mega mengatakan menang atau kalah bukan tujuan akhir. “Karena kalah atau menang merupakan hasil kreasi dari manusia. Mau baik atau jelek hasilnya,” katanya.

Namun Mega menyerahkan semua kepada masyarakat untuk menilai kinerja PDI-P. “Rakyat semakin hari semakin kritis,” tambahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s