Apakah Mungkin Konflik Palestina – Israel Bisa Berakhir Damai

Pertanyaan diatas mungkin akan terdengar sangat utopis,dtengah konflik israel dan palestina yang kembali memanas akhir akhir ini. Kompas 19/0310 memberitakan serangan udara membabi buat israel di wilayah selatan gaza,jumat malam telah melukai 11 warga Palestina,aksi pemboman ini,dilakukan israel sebagai balasan serangan roket yagng dilakukan oleh pejuang palestina. Konflik ini seolah olah tidak akan pernah tidak berakhir. Waktu yang begitu panjang dan dengan jumlah korban yang tidak sedikit dari kedua belah pihak,masih belum mampu untuk menajdi pemicu berakhirnya koflik Palestina Israel. Konflik ini memang memiliki sejarah amat panjang dan bisa jadi mungkin menjadi salah satu konflik di dunia yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan.Tarikan tarikan kepentingan dari berbagi pihak,dari mulai motif yang sifatnya ideologis,ekonomi,politik makin memperumit konflik ini.

Meminjam salah satu judul artikel di harian kompas bahwa,pertikaian (konflik) pada dasarnya melukai nurani manusia. Menurut saya pernyataan tadi sangatlah pas,terlepas dari berbagai hal yang melatarbelakangi konflik tersebut, konflik akan selalu menimbulkan luka pada nurani manusia. Atas dasar itulah seharusnya kita tidak boleh pesimis, bahwa konflik israel dan Palestina tidak akan pernah berakhir damai.Ya kita harus yakin bahwa akan selalu ada jalan damai dalam sebuah konflik. Dialog dan perundingan seharusnya menjadi upaya yang selalu kita kedepankan sebagai salah satu jalan untuk mengakhiri sebuah konflik.

Diantara berbagai macam motif,mungkin motif ideologis lah yang paling terlihat dari konflik antara israel dan palestina ini. Keyakinan terhadap pemahaman ajaran agamanya,seolah olah menjadi sebuah pembenar atas konflik yang terjadi. Ya agama memang selalu menjadi’pijakan” yang paling pas dan paling tepat,untuk menjadi pembenar munculnya sebuah konflik.Meski kita tahu bahwa secara umum,agama dianggap sebagai sumber perdamian,sumber kasih sayang tetapi seringkali yang muncul adalah timbulnya kekerasan yang mengatasnamakan agama sebagai dasar. Sampai sampai ada yang menyalahkan agama, karena agama dianggap sebagai sumber dari segala sumber konflik/kekerasan yang terjadi di dunia.

“ Takan ada perdamian di antara bangsa bangsa tanpa perdamaian diantara agama agama. Takan ada perdamian diantara agama agama tanpa ada dialog lintas agama”.Slogan yang dirumuskan oleh Hans Kung,seorang pastor dan teolog katolik, diatas bisa menjadi sebuah jawaban atas banyak konflik yang terjadi di berbagai belahan bumi,termasuk indonesia,dimana ada sebagian kecil masyarakatnya yang mengatasnamakan agama sebagai dasar pembenar atas tindakan kekerasan yang dilakukan.

Kita mungkin patut bangga dengan negeri kita yang cukup berhasil melaksanakan hal ini,dengan kemajemukan masyarakatnya,negeri kita memang akan sangat rawan terjadi konflik,tapi kita bisa melihat bahwa bangsa kita, dengan diaolg yang dilakukan,telah berhasil mengatasi konflik konflik yang sempat terjadi di negeri kita.Ya kemajemukan masyarakat kita seharusnya bukan menjadi sebab terjadinya sebuah konflik yang mungkin akan terjadi di negeri ini. Dan kita sebagai bagian dari masyarakat indonesia,sudah seharusnya untuk selalu belajar menghargai kemajemukan yang ada di negara kita.

Semoga saja begitu pula dengan konfik israel dan palestina yang kembali memanas akhir akhir ini.Dialog selalu menjadi bagian dari proses menuju perdamaian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s