Mobile Banking Security Analysis Based WAP Ronald M Hutabarat 113040275

ABSTRAKSI

Salah satu sektor yang paling dramatis terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah perbankan.Layanan perbankan elektronik menjadi andalan saat ini dikembangkan oleh pihak perbankan. Sebagaimana teknologi lainnya, selain memiliki kelebihan berupa kemudahan dan manfaat luas yang meningkatkan kualitas kehidupan manusia, maka layanan perbankan elektronik juga memiliki banyak kelemahan yang patut diwaspadai dan diantisipasi. Sehingga, teknologi tersebut tetap dapat dipakai, manfaatnya terus dinikmati oleh umat manusia namun juga harus ada tanggung jawab, pengawasan dan upaya untuk memperbaiki kelemahan, menanggulangi permasalahan yang mungkin timbul serta yang paling penting adalah meningkatkan kesadaran dan menanamkan pemahaman tentang resiko dari pemanfaatan teknologi yang digunakan oleh layanan perbankan itu terutama kepada masyarakat luas, pengguna/nasabah, pemerintah/regulator, aparat penegak hukum dan penyelenggara layanan itu sendiri . Karena masalah keamanan adalah tanggung jawab bersama, semua pihak harus turut serta berperan aktif dalam upaya pengamanan.Kerjasama semua pihak yang terkait pemanfaatan teknologi ini sangat diperlukan. WAP Wireless Application Protocol merupakan salah satu platform pengembangan teknologi elektronik perbankan saat ini.Seperti tekologi yang lainnyaWAP juga memiliki kelebihan dan kekurangan.pada makalah ini disajikan beberapa point yang menjelaskan kelemahan kelebihan pada keamanan transaksi mobile banking dengan teknologi WAP.

Key Word : WAP,mobile Banking

1.PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Penggunaan ponsel pada saat ini semakin beragam, salah satunya untuk melakukan transaksi perbankan. Layanan transaksi perbankan menggunakan ponsel dikenal dengan nama Mobile Banking (M-Banking). M-Banking memungkinkan nasabah untuk mengakses informasi rekening dan aktivitas perbankan lain melalui layar ponsel mereka. Teknologi yang mungkin untuk digunakan pada system M-banking yaitu, Interaktive Voice Respon (IVR), Short Messaging Service (SMS), Wireless Application Protocol (WAP), dan Mobile Application Client (MAC). Short Message Service (SMS) untuk M-banking bukan tanpa masalah keamanan. Otentikasi atau enkripsi tidak pernah dibuat ke dalam SMS selama proses transmisi, sehingga text message tidak dienkripsi dari ujung ke ujung teknologi komunkasi yang digunakan. Tidak adanya otentikasi dari pengirim, inbound/outbound message yang disimpan di device, serta ancaman threat seperti smashing, spamming, dan spoofing.

Wireless Application Protocol (WAP) adalah suatu standar internasional terbuka untuk aplikasi yang menggunakan komunikasi wireless. Dengan kata lain, WAP adalah suatu perangkat standar untuk browsing web menggunakan thin client browser, seperti misalnya ponsel. Standar ini menerangkan perangkat lengkap, yang biasanya disebut sebagai protocol stack.. Arsitektur WAP menyediakan scalabillitas dan extensibilitas lingkungan pengembangan aplikasi untuk alat komunikasi bergerak (ponsel). Hal ini dicapai melalui desain berlapis-lapis dari stack. Setiap lapisan menyediakan satu set fungsi atau jasa untuk layanan satu ke layanan lainnya atau ke aplikasi lainnya melalui satu set antarmuka yang terdefinisi dengan baik. Arsitektur WAP memisahkan layanan  interface dari protokol yang menyediakan layanan tersebut untuk memungkinkan evolusi spesifikasi dan pemilihan protokol yang paling sesuai untuk konteks tertentu.

Keamanan merupakan bagian dasar dari Arsitektur WAP. Umumnya fasilitas keamanan yang ditawarkan adalah privasi (fasilitas untuk memastikan bahwa komunikasi sifatnya pribadi dan tidak dapat dipahami oleh pihak perantara yang mungkin disadap), otentikasi (fasilitas untuk menetapkan keaslian pihak dalam komunikasi), integritas (fasilitas untuk memastikan bahwa komunikasi tidak berubah dan uncorrupted), non-repudiation (fasilitas untuk memastikan pihak yang terlibat dalam komunikasi tidak dapat mengingkari komunikasi pernah berlangsung).

Layanan Keamanan terbagi dalam berbagai lapisan arsitektur WAP. Beberapa contoh khusus dari layanan keamanan tersebut meliputi, Cryptographic Libraries adalah aplikasi yang menyediakan layanan perpustakaan untuk penandatanganan data untuk integritas dan non-repudiation. Authentication adalah layanan keamanan yang menyediakan berbagai mekanisme untuk klien dan server dalam melakukan otentikasi. Pada lapisan transportasi, handshake WTLS dan TLS dapat digunakan untuk mengotentikasi klien dan server. WIM menyediakan fungsi-fungsi yang menyimpan dan memproses informasi yang dibutuhkan untuk identifikasi pengguna dan otentikasi. PKI adalah himpunan layanan keamanan yang memungkinkan penggunaan dan pengelolaan kriptografi kunci publik dan sertifikat digital. WTLS didefinisikan untuk transportasi lebih aman melalui datagrams dan TLS didefinisikan untuk transportasi lebihaman melalui sambungan (TCP).

1.2 PERUMUSAN MASALAH

Dalam makalah ini dirumuskan beberapa masalah  diantaranya :

  1. Bagaimana desain dan implemantasi sistem M-Banking berbasis WAP serta interaksi dan komunikasi dengan web site.
  2. Bagaimana Confidentiality, Message Integrity, Mutual Authentication, Non-repudiation, dan Prevent Replay Attack dapat dicapai dengan menggunakan standar keamanan yang ada pada WAP.

Ruang lingkup yang menjadi batasan masalah pada makalah ini antara lain:

  • Software M-Banking memiliki layanan informasi saldo, transfer, dll.
  • Desain hanya dilakukan untuk platform GSM/GPRS.
  • WAP diimplementasikan sesuai spesifikasi teknik WAP (technical_wap2_0-20021106) yang dapat didownload melalui alamat http://www.openmobilealliance.org/tech/affiliates/wap/wapindex.html .
  • Web site dan Web Server menggunakan teknologi Java™.
  • Web Server menggunakan teknologi Apache Tomcat.
  • Database Sever menggunakan teknologi PostgreSQL.
  • Komunikasi ini didesain hanya antar pelanggan ponsel GSM/GPRS berbasis WAP 2.0-enable.
  • Simulasi sistem ditunjukan melalui interaksi user dengan Web Sever melalui WAP Gateway/WAP Proxy dengan menggakses WAP Site pada micro browser.

1.1  Tujuan

Tujuan dari penelitian Makalah ini adalah :

  1. Memahami cara kerja WAP serta mempelajari bagaimana software micro browser berbasis WAP pada simulasi sistem M-Banking bekerja.
  2. Memahami dan menganalisis keamanan penggunaan WAP pada jaringan wireless untuk keamana sistem M-banking sehingga Confidentiality, Message Integrity, Mutual Authentication, Non-repudiation, dan Prevent Replay Attack dapat dicapai.

1.2 Metodologi penyelesaian masalah

Metodologi pembahasan yang digunakan dalam penelitian Makalah ini adalah:

  1. Studi Literatur

Mencari referensi dan mempelajari literatur-literatur yang relevan dengan permasalahan yang meliputi:

  • Sistem M-Banking
  • Sistem GSM/GPRS
  • Sistem Nirkabel
  • Sistem Kriptografi
  • Protoko WAP, Cryptographic Library , WIM, WPKI, WTLS-TLS.
  • Keamanan sms-banking, mobile banking, mobile payment
  • Pemrograman WAP 1.x, 2.0 dengan WML, XHTML MP dan JSP
  • Pemrograman
  • Pemrograman, DML, DLL dan query pada postgreSQL
  • Konfigurasi Apache Tomcat dan PostgreSQL
  1. Analisis Hasil

Dilakukan pengujian terhadap keamanan sistem menggunakan parameter-parameter keamanan diantaranya:

  • Confidentiality
  • Message Integrity
  • Mutual Authentication
  • Non-repudiation
  • Prevent Replay Attac
  1. Penyusunan laporan Makalah dan kesimpulan akhir.


2.          Landasan Teori

2.1 Mobile Banking

Bank menyediakan layanan Mobile Banking M-Banking untuk memenuhi kebutuhan Anda akan alternative media untuk melakukan transaksi perbankan, selain yang tersedia di kantor cabang dan ATM. Dengan Mobile Banking, Anda tidak perlu lagi membuang waktu untuk antri di kantor-kantor bank atau ATM, karena saat ini banyak transaksi perbankan dapat dilakukan dimanapun, dan kapanpun dengan mudah dan praktis melalui handphone.Contohnya adalah transfer dana antar rekening maupun antar bank, pembayaran tagihan, pembelian pulsa isi ulang, ataupun pengecekan mutasi dan saldo rekening.

M-Banking adalah langkah awal evolusi bank menjadi financial service provider (FSP). Dalam konsep ini, fungsi bank tidak hanya sebagai tempat menyimpan dan menyalurkan uang. Sebagai FSP, bank di masa depan berfungsi mengelola keuangan nasabahnya. Termasuk bayar-membayar tagihan, mengelola portofolio investasi, sampai merencanakan dana pensiun. Layanan-layanan inipun bersifat personal, disesuaikan dengan karakteristik nasabahnya.

2.1.1        Pendahuluan

Lembaga keuangan Bank adalah suatu badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali pada masyarakat dalam bentuk kredit atau dalam bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak (Azhar Maulana dan Septian K.W). Di era informasi ini, lembaga keuangan (bank) memberikan layanannya tidak hanya melalui model-model konvensional saja tetapi sudah beralih padapemanfaatan teknologi informasi. Bukan suatu rahasia lagi jika peran perbankan menjadi tulang punggung perekonomian bangsa, dan terciptanya kesuksesan kinerja bank juga tidak lepas dari dukungan telekomunikasi. Seperti dalam jurnal Jonathan Donner, “Various initiatives use mobile phones to provide financial services to “the unbanked.” These services take a variety of forms—including longdistance remittances, micropayments, and informal airtime bartering schemes—and go by various names, including mobile banking, mobile transfers, and mobile payments“ [I]. Selain sistem komunikasi kabel yang mutlak dibutuhkan, komunikasi berbasis nirkabel nyatanya telah memberi peran yang cukup penting bagi setiap kalangan. Tidak hanya membangun suatu image perbankan, melainkan operator selular juga ikut merasakan betapa besar potensi yang dapat diraih dari sektor m-banking.

Gejala M-banking pun saat ini telah meningkat dari hari ke hari. Pengguna yang pada awalnya didominasi oleh kaum pebisnis, kini juga telah banyak digunakan oleh kalangan muda. Ini menunjukkan bahwa karena penggunaanya mudah sehingga setiap kalangan dapat menggunakan M-Banking tersebut. Mobile Banking (biasa dikenal dengan M-Banking) adalah suatu istilah yang digunakan untuk melakukan check saldo, transaksi, pembayaran dan sebagainya melalui sarana perangkat seluler. (Vibiznews Consumer Banking) [II], Salah satu pengguna mobile banking adalah consumer bank. Kelebihan sistem manajemen perbankan berbasis komputer sangat praktis, mudah dan cepat. Sistem ini juga sangat mudah digunakan oleh banyak pihak baik pihak administrasi, manajemen, karyawan, maupun tamu.

2.1.2          Sejarah Mobile Banking

Mobile Banking diluncurkan pertama kali oleh Excelcom pada akhir 1995 dan respon yang didapat juga beragam. Latar belakang dari kemunculan m-banking ini juga disebabkan oleh bank-bank yang saat ini ingin mendapat kepercayaan dari setiap nasabahnya. Dan salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan pemanfaatan teknologi. Peranan teknologi yang bertumbuh dengan pesat, harus dimanfaatkan secara cermat dan tepat. Berbagai teknologi menyediakan terobosan-terobosan baru yang dapat digunakan oleh bank dalam usahanya untuk selalu meningkatkan kualitas layanan yang ada. Sehingga dari situlah bank-bank yang ada di seluruh dunia membuat suatu inovasi baru dengan meluncurkan m-banking. Contohnya di Indonesia, baik bank pemerintah maupun bank swasta nasional berlomba-lomba untuk meluncurkan teknologi m-banking. Bank Central Asia (BCA) misalnya, sebagai salah satu bank swasta nasional terbesar di Indonesia dengan skala jaringan elektronik yang tersebar luas. Bank Central Asia merupakan bank pertama yang meluncurkan sistem m-banking pertama di Indonesia dibandingkan bank-bank lainnya yang biasa disebut juga dengan m-BCA. Proses mbanking sendiri muncul tidak hanya berhubungan dengan bank saja, namun teknologi ini juga bekerja sama dengan operator seluler. Sehingga dapat dilihat bahwa m-banking memberikan banyak keuntunagn bagi semua kalangan, baik bagi bank, operator seluler maupun bagi para nasabah pengguna m-banking.

Bukti nyata bahwa mobile banking juga tersebar hingga ke seluruh dunia yaitu dapat dilihat dari perkembangan mobile banking yang ada di negara-negara Eropa khususnya Jerman. “In Europe, mobile penetration rates are around 80% and Germany is the largest European mobile market with 50 million mobile users (Forrester, 2005b)” [III]. Selain itu Amerika Serikat (menurut MMA, mobile marketing) juga merupakan salah satu negara besar pengguna M-Banking.

1.1.1        Kegunaan Mobile Banking

Mobile banking merupakan suatu layanan perbankan berbasis mobile phone atau HP. Seolah-olah ponsel dapat menjadi sebuah mesin ATM, yang bisa digunakan untuk mentransfer uang, mencek saldo dan mutasi, selain itu dengan mobile banking kita dapat melakukan berbagai jenis transaksi keuangan. Namun pada mobile banking tidak dapat mengeluarkan uang.

M-Banking sendiri memiliki pengertian yaitu sebuah fasilitas perbankan melalui komunikasi bergerak seperti handphone. Dengan penyediaan fasilitas yang hampir sama dengan ATM kecuali mengambil uang cash. Dengan adanya M-Banking, pihak perbankan berusaha mempermudah akses para nasabahnya dalam melakukan transaksi. Dengan adanya layanan M-Banking, nasabah bank-bank yang telah memiliki layanan dana tentu saja tidak perlu pergi ke ATM atau kantor Bank tersebut.

Hampir semua bank di Indonesia telah menyediakan fasilitas M-Bankingnya baik berupa SIM tolkit (Menu Layanan Data) maupun sms plain (sms manual) atau yang biasa dikenal dengan istilah sms banking.

Arti istilah SMS Banking merupakan layanan yang disediakan oleh Bank yang menggunakan sarana SMS untuk melakukan transaksi keuangan dan permintaan informasi keuangan, misalnya cek saldo, mutasi rekening dan sebagainya. Keunggulan M-Banking adalah dapat di akses oleh semua pengguna handphone dengan tipe GSM. Dengan luasnya jangkauan signal GSM, layanan M-Banking tentu sangat memanjakan para nasabah.

Namun Fasilitas M-Banking memiliki beberapa kelemahan diantaranya adalah akses untuk pengguna handphone CDMA, belum semua operator CDMA mempunyai layanan M-Banking.

Kegunaan, keuntungan dan kenyamanan yang dapat diperoleh dari penggunaan mobile banking :

–          Mudah

M-banking begitu mudah, untuk melakukan transaksi kita tidak perlu datang secara langsung ke bank, kecuali pada saat mendaftarkan nomor ponsel, selain itu tidak perlu memiliki ketrampilan khusus untuk menggunakan m-banking tersebut.

–          Praktis

Setiap nasabah dapat langsung bertransaksi perbankan melalui ponsel setiap saat, kapan saja dan di mana saja.

–          Aman

M-banking dilengkapi dengan sistem proteksi yang maksimal yang otomatis sudah terprogram sejak pendaftaran. Kemudian selain menggunakan PIN yang dapat dipilih sendiri dan nomor ponsel yang didaftarkan, setiap transaksi yang dilakukan juga akan di-encrypt (diacak) untuk menjamin keamanan transaksi setiap nasabah. Pakar multimedia Roy Suryo pernah menyebutkan, layanan m-banking relatif aman karena memakai sistem pengamanan berlapis, yakni dari provider telekomunikasi, serta dari jaringan sistem perbankan yang bersangkutan. “Sehingga nasabah tidak perlu khawatir dalam penggunaan m-banking,” ujarnya.

–          Penggunaan yang bersahabat

Maksudnya yaitu menu m-banking dirancang sedemikian rupa sehingga mudah digunakan oleh siapa saja. Nasabah tinggal memilih jenis transaksi dari menu yang sudah tersedia, sehingga tidak perlu mengingat/menghafal kode transaksi yang ingin dilakukan.

–          Nyaman

Melalui m-banking, nasabah seperti memiliki ATM pribadi dalam genggaman tangan, karena berbagai transaksi yang dapat dilakukan di ATM dapat dilakukan melalui m-banking kecuali penarikan tunai.

1.1.1        Dampak yang Ditimbulkan Akibat Penggunaan Mobile Banking

Secara khusus (mikro) penggunaan mobile banking dapat memberikan dampak positif bagi bank sendiri, juga nasabah dan operator seluler. Dampaknya yaitu memberikan keuntungan, dimana bank mendapatkan lebih banyak lagi nasabah, selain itu mendapat kepercayaan dari para nasabah. Untuk nasabah sendiri, nasabah mendapat pelayanan lebih dari bank, karena dengan adanya mobile banking akan semakin mempermudah para nasabah dalam melakukan transaksi keuangan. Contohnya nasabah yang sering bepergian bisa mengelola keuangan pribadi yang mencakup transaksi kartu kredit serta beragam kebutuhan perbankan di mana saja. Selain dampaknya bagi bank, nasabah dan operator masih banyak dampak positif yang ditimbulkan bagi pihak lain. Sesuai data industri layanan telekomunikasi bergerak, institusi finansial akan lebih gencar menginformasikan produk layanannya melalui peralatan telekomunikasi bergerak. Produk yang disajikan adalah informasi dan layanan transaksi keuangan, seperti transfer uang, pembayaran tagihan, manajemen akuntansi, maupun layanan pelanggan.

1.2  WAP

Wireless Application Protocol (WAP) merupakan standar global dikembangkan untuk keperluan komunikasi jaringan wireless. WAP menggunakan flatform teknologi dan format Internet yang sama dengan pengaksesannya menggunakan handphone. Website yang dibangun dengan menggunakan flatform WAP dapat dengan mudah dilihat informasinya melalui hanphone. Dengan demikian maka informasi akan mudah dilihat tanpa perlu lagi mencari koneksi internet dengan komputer. Website yang dapat diakes dengan teknologi WAP akan memiliki keunggulan lebih yaitu dapat diakses dengan mudah melalui handphone, namun walaupun banyak kelebihan yang ditawarkan, kekurangganya sangat mencolok yaitu terbatasnya tampilan yang muncul di layar hanphone akibat kecilnya monitor di handphone

1.2.1          Sejarah WAP

Awal kemunculan WAP dimulai oleh riset yang dilakukan Ericson pada tahun 1995 dengan mengembangkan protokol umum yang disebut Intelligent Terminal Transfer Protocol (ITTP) yang memungkinkan adanya nilai tambah/service pada handphone.

Selama tahun 1996 dan 1997, Motorola, Nokia, dan Planet Unwired (sekarang Phone.Com) meluncurkan konsep serupa. Planet Unwired memperkenalkan Device Markup Language (HDML) dan Handheld Device Transport Protocol (HDTP) sama halnya dengan Hyper Text Markup Language (HTML) yang digunakan pada world wide web (www). HDML digunakan untuk memperlihatkan isi website atau sebagai user interface dan sangat sesuai digunakan untuk aplikasi wirelees internet access dengan limit transfer data yang sangat kecil. Protokol HDTP dapat dianggap sama dengan protocol HTTP yang digunakan di Internet untuk kepeluan akses wirelees pada client. Bulan Maret tahun 1997 Nokia memperkenalkan Konsep Smart Messaging yang khusus dirancang untuk GSM. Dimana komunikasi antara handphone dengan internet dilakukan melalui Short Message Service (SMS) dan pemrograman bahasa yang disebut Tagged Text Markup Language (TTML) sama dengan HDML. Untuk membuat protokol yang sama, maka kempat perusahan tersebut sepakat membetuk forum WAP yang dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 1997, dimana tanggal tersebut dianggap sebagai awal kelahiran dari protokol Wireless Aplication Protocol WAP.

1.2.2          Arsitektur WAP

WAP dirancang agar dapat diperluas, fleksibel, dan scalable. WAP pada dasarnya dibagi menjadi lima lapisan:

  1. Application Layer: Wireless Application Environment (WAE)

WAE mendefinisikan antarmuka pengguna pada piranti nirkabel. Lapisan ini mendukung pengembangan aplikasi yang tidak tergantung pada lapisan di bawahnya. WAE dapat berisi WML (Wireless Markup Language), WMLScript, dan WTA (Wireless Telephony Application).

  1. Session Layer: Wireless Session Protocol (WSP)

Lapisan ini berguna untuk menghubungkan WAE dengan dua jenis layanan di bawahnya, yaitu connection oriented yang beroperasi di atas WTP, dan connectionless yang beroperasi di atas WDP.

  1. Transaction Layer: Wireless Transaction Protocol (WTP)

Cocok untuk komunikasi dengan bandwidth yang rendah. WTP menyediakan tiga jenis layanan, yaitu unreliable one way request, reliable one way request, dan reliable two way request response. WTP juga mendukung penggabungan paket ataupun penundaan acknowledgement dalam pengiriman pesan, sehingga dapat mengurangi jumlah pesan yang dikirimkan.

  1. Security Layer: Wireless Transport Layer Security (WTLS)

Mirip protokol TLS (Transport Layer Security). Fitur keamanan yang disediakan termasuk pengecekan integritas data, privasi pada WAP Gateway, dan juga otentikasi.

  1. Transport Layer: Wireless Datagram Protocol (WDP)

WDP memungkinkan WAP untuk tidak tergantung pada bearer. WDP menyediakan format data yang konsisten yang tidak tergantung pada bearer untuk lapisan protokol di atasnya. Dengan demikian, lapisan protokol yang lebih atas tidak akan tergantung pada bearer yang digunakan dalam pengiriman pesan.

  1. Bearers

Lapisan ini berguna untuk mengirimkan pesan dari WAP Gateway / WAP Server kepada piranti nirkabel, dan sebaliknya. Beberapa contoh bearers adalah SMS (Short Message Service), CSD (Circuit Switched Data ), USSD (Unstructured Suplementary Services Data ), dan GPRS (General Packet Radio Service).

if]>nl}|yle=’font-size:12.0pt; mso-ansi-language:IN’>Memahami dan menganalisis keamanan penggunaan WAP pada jaringan wireless untuk keamana sistem M-banking sehingga Confidentiality, Message Integrity, Mutual Authentication, Non-repudiation, dan Prevent Replay Attack dapat dicapai.

1.2 Metodologi penyelesaian masalah

Metodologi pembahasan yang digunakan dalam penelitian Makalah ini adalah:

  1. Studi Literatur

Mencari referensi dan mempelajari literatur-literatur yang relevan dengan permasalahan yang meliputi:

  • Sistem M-Banking
  • Sistem GSM/GPRS
  • Sistem Nirkabel
  • Sistem Kriptografi
  • Protoko WAP, Cryptographic Library , WIM, WPKI, WTLS-TLS.
  • Keamanan sms-banking, mobile banking, mobile payment
  • Pemrograman WAP 1.x, 2.0 dengan WML, XHTML MP dan JSP
  • Pemrograman
  • Pemrograman, DML, DLL dan query pada postgreSQL
  • Konfigurasi Apache Tomcat dan PostgreSQL
  1. Analisis Hasil

Dilakukan pengujian terhadap keamanan sistem menggunakan parameter-parameter keamanan diantaranya:

  • Confidentiality
  • Message Integrity
  • Mutual Authentication
  • Non-repudiation
  • Prevent Replay Attac
  1. Penyusunan laporan Makalah dan kesimpulan akhir.


2.          Landasan Teori

2.1 Mobile Banking

Bank menyediakan layanan Mobile Banking M-Banking untuk memenuhi kebutuhan Anda akan alternative media untuk melakukan transaksi perbankan, selain yang tersedia di kantor cabang dan ATM. Dengan Mobile Banking, Anda tidak perlu lagi membuang waktu untuk antri di kantor-kantor bank atau ATM, karena saat ini banyak transaksi perbankan dapat dilakukan dimanapun, dan kapanpun dengan mudah dan praktis melalui handphone.Contohnya adalah transfer dana antar rekening maupun antar bank, pembayaran tagihan, pembelian pulsa isi ulang, ataupun pengecekan mutasi dan saldo rekening.

M-Banking adalah langkah awal evolusi bank menjadi financial service provider (FSP). Dalam konsep ini, fungsi bank tidak hanya sebagai tempat menyimpan dan menyalurkan uang. Sebagai FSP, bank di masa depan berfungsi mengelola keuangan nasabahnya. Termasuk bayar-membayar tagihan, mengelola portofolio investasi, sampai merencanakan dana pensiun. Layanan-layanan inipun bersifat personal, disesuaikan dengan karakteristik nasabahnya.

2.1.1        Pendahuluan

Lembaga keuangan Bank adalah suatu badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali pada masyarakat dalam bentuk kredit atau dalam bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak (Azhar Maulana dan Septian K.W). Di era informasi ini, lembaga keuangan (bank) memberikan layanannya tidak hanya melalui model-model konvensional saja tetapi sudah beralih padapemanfaatan teknologi informasi. Bukan suatu rahasia lagi jika peran perbankan menjadi tulang punggung perekonomian bangsa, dan terciptanya kesuksesan kinerja bank juga tidak lepas dari dukungan telekomunikasi. Seperti dalam jurnal Jonathan Donner, “Various initiatives use mobile phones to provide financial services to “the unbanked.” These services take a variety of forms—including longdistance remittances, micropayments, and informal airtime bartering schemes—and go by various names, including mobile banking, mobile transfers, and mobile payments“ [I]. Selain sistem komunikasi kabel yang mutlak dibutuhkan, komunikasi berbasis nirkabel nyatanya telah memberi peran yang cukup penting bagi setiap kalangan. Tidak hanya membangun suatu image perbankan, melainkan operator selular juga ikut merasakan betapa besar potensi yang dapat diraih dari sektor m-banking.

Gejala M-banking pun saat ini telah meningkat dari hari ke hari. Pengguna yang pada awalnya didominasi oleh kaum pebisnis, kini juga telah banyak digunakan oleh kalangan muda. Ini menunjukkan bahwa karena penggunaanya mudah sehingga setiap kalangan dapat menggunakan M-Banking tersebut. Mobile Banking (biasa dikenal dengan M-Banking) adalah suatu istilah yang digunakan untuk melakukan check saldo, transaksi, pembayaran dan sebagainya melalui sarana perangkat seluler. (Vibiznews Consumer Banking) [II], Salah satu pengguna mobile banking adalah consumer bank. Kelebihan sistem manajemen perbankan berbasis komputer sangat praktis, mudah dan cepat. Sistem ini juga sangat mudah digunakan oleh banyak pihak baik pihak administrasi, manajemen, karyawan, maupun tamu.

2.1.2          Sejarah Mobile Banking

Mobile Banking diluncurkan pertama kali oleh Excelcom pada akhir 1995 dan respon yang didapat juga beragam. Latar belakang dari kemunculan m-banking ini juga disebabkan oleh bank-bank yang saat ini ingin mendapat kepercayaan dari setiap nasabahnya. Dan salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan pemanfaatan teknologi. Peranan teknologi yang bertumbuh dengan pesat, harus dimanfaatkan secara cermat dan tepat. Berbagai teknologi menyediakan terobosan-terobosan baru yang dapat digunakan oleh bank dalam usahanya untuk selalu meningkatkan kualitas layanan yang ada. Sehingga dari situlah bank-bank yang ada di seluruh dunia membuat suatu inovasi baru dengan meluncurkan m-banking. Contohnya di Indonesia, baik bank pemerintah maupun bank swasta nasional berlomba-lomba untuk meluncurkan teknologi m-banking. Bank Central Asia (BCA) misalnya, sebagai salah satu bank swasta nasional terbesar di Indonesia dengan skala jaringan elektronik yang tersebar luas. Bank Central Asia merupakan bank pertama yang meluncurkan sistem m-banking pertama di Indonesia dibandingkan bank-bank lainnya yang biasa disebut juga dengan m-BCA. Proses mbanking sendiri muncul tidak hanya berhubungan dengan bank saja, namun teknologi ini juga bekerja sama dengan operator seluler. Sehingga dapat dilihat bahwa m-banking memberikan banyak keuntunagn bagi semua kalangan, baik bagi bank, operator seluler maupun bagi para nasabah pengguna m-banking.

Bukti nyata bahwa mobile banking juga tersebar hingga ke seluruh dunia yaitu dapat dilihat dari perkembangan mobile banking yang ada di negara-negara Eropa khususnya Jerman. “In Europe, mobile penetration rates are around 80% and Germany is the largest European mobile market with 50 million mobile users (Forrester, 2005b)” [III]. Selain itu Amerika Serikat (menurut MMA, mobile marketing) juga merupakan salah satu negara besar pengguna M-Banking.

11 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s