RSS

Category Archives: Lifestyle

Satanik

Untuk semua yang terjadi dalam hidupku ini , semua derita di hati yang kudapati , aku berterima kasih padamu tuhan , karena kau telah memampukan aku agar aku tidak lagi mempercayaimu , yah , kuasa iblis telah berkuasa mengubah segalanya , bukan hanya mempercayai bahwa kuasamu itu sudah tidak ada , tapi kekuatan doamu yang sudah tidak  ada kuasanya lagi. Kau mampukan aku untuk menyadari bahwa didunia ini Rasionalitas mutlak ada , dan bahwa semua yang terjadi di dunia ini dapat diubah hanya dengan keyakinan dan tekad usaha keras kita bersama , paham komunis yang teramat sangat logis , membagi beban secara bersama. Jika kau katakan kiamat ada di ujung tahun ini , paling tidak aku akan menikmati sisa hidupku di dunia ini ,sebelum ajal menjemputku , dan paling tidak , aku akan dikenang dan banyak dari mereka yang akan mengikuti jejakku, sebelum aku menghembuskan nafas terakhirku , aku akan menghadapi semua yang menjadi lawanku. Aku akan membuktikan bahwa semua rencanamu pada manusia selama ini salah besar, dan tak ada yang perlu disyukurin.

 

‘Multitasking’ Tak Selamanya Baik

KOMPAS.com — Perempuan selalu disebut lebih hebat daripada pria, antara lain, karena memiliki kemampuan multitasking. Di rumah, misalnya, Anda bisa mencuci pakaian sambil memasak dan menonton televisi. Atau mengerjakan laporan, mengasuh anak, sambil sesekali menghubungi kolega Anda.

Namun, multitasking ternyata tidak selamanya baik. Tak usahlah kita berbicara mengenai mengemudi sambil menelepon atau mengirim SMS. Multitasking dalam taraf yang ringan pun, seperti menelepon teman sambil mengirim e-mail ke klien, ternyata tidak seefisien seperti yang kita yakini.

Bagaimanapun juga, otak kita memiliki batasan-batasan kognitif, demikian menurut sebuah studi yang diterbitkan di jurnal sains NeuroImage. Kita boleh saja berpikir bahwa kita mampu melakukan dua hal dalam waktu bersamaan, namun otak kita ternyata berusaha keras memahami dua aktivitas tersebut.

Kita juga menjadi kurang efisien setelah kita menutup e-mail sekaligus mematikan ponsel. Dalam eksperimen yang diadakan Stanford University, sekelompok mahasiswa diminta untuk menghabiskan 30 menit secara simultan untuk mengompilasi playlist musik, chatting, dan menulis sebuah tulisan pendek. Kelompok kedua berfokus pada masing-masing aktivitas tersebut, masing-masing selama 10 menit. Setelah itu, mereka diberi tes memori. Dari eksperimen ini terbukti, singletasker secara signifikan bekerja lebih baik daripada para multitasker.

“Sejumlah bukti yang hebat menunjukkan bahwa otak bekerja lebih baik ketika melakukan tugas dalam sekuens daripada mengerjakan seluruhnya bersamaan,” kata Clifford Nass, PhD, profesor bidang komunikasi di Stanford University.

Menurutnya, konsentrasi Anda akan terpecah setiap kali Anda mengubah aktivitas. Timnya belum tahu apa pengaruh jangka panjang dari tindakan multitasking yang kronis, namun bahwa multitasking memberi pengaruh buruk pada kita, tak perlu dipertanyakan lagi.

Sementara itu, Amanda A McGowan, pakar akupunktur dan praktisi medis China yang berspesialisasi di bidang kelainan yang berhubungan dengan stres, sepakat dengan hasil penelitian ini. Banyak dari pasiennya yang mengeluhkan kelelahan sebenarnya menderita pengaruh dari distraksi mental dan overextension.

Multitasking kan sudah lama diperkirakan memperlambat dan mencederai pikiran,” ungkapnya. “Mereka yang mempraktikkan pengobatan China juga yakin bahwa multitasking bisa mencederai tubuh.”

Meskipun demikian, masih mungkin untuk memperbaiki kemampuan Anda untuk berkonsentrasi. Ada beberapa cara untuk melakukannya, antara lain, dengan berlatih yoga, akupunktur, atau berkonsultasi pada pakar manajemen.

 
Leave a comment

Posted by on May 7, 2010 in Lifestyle, sehari hari

 

Apakah Warnet Akan Senasib dengan Wartel?

KOMPAS.com — Saya hanya mencoba untuk membandingkan keadaan yang sama terhadap dua benda yang kini menjadi kebutuhan hidup kita. Handphone dan laptop.

Dahulu, perkembangan warung telepon sangatlah menggembirakan. Tetangga saya ketika 1993 mampu membeli sebuah mobil keluarga. Bahkan, dalam hitungan lima bulan pada awal dia membuka wartel (warung telekomunikasi) sudah balik modal. Dan, tetangga saya pernah berkisah, dalam satu hari antrean dari pagi hingga sore tidak pernah sepi. Bahkan, dia harus buka lebih pagi dan tutup lebih malam untuk memberikan layanan kepada pengguna wartel kala itu.

Tapi sekarang, dia sudah tidak lagi memiliki wartel dan sudah dibongkar karena minimnya minat masyarakat di sekitar. Dia pernah berujar kepada saya, “Sekarang Mas, sudah tidak seramai dulu. Kalo dulu ramai setiap hari. Sekarang, satu orang sehari saja sudah bersyukur. Makanya saya tutup saja wartel di depan rumah saya.”

Ini juga mulai merambah saudara seteknologi yang lain. Komputer jinjing atau lebih familier di telinga kita, laptop. Medio 2000-an hingga sekarang warnet (warung internet) mulai menjamur di setiap daerah. Bahkan, di sepanjang jalan, bisa terdapat 3 sampai 4 warnet. Di daerah-daerah terpencil pun sudah mulai dirambah. Bahkan, persaingan harga dan kecepatan akses internet menjadi dagangan ampuh para pemilik warnet.

Kini, mereka harus bersiap kehilangan pasarnya. Perkembangan teknologi wireless sungguh sangat cepat. Dimulai dengan akses dengan kabel, kini semakin mudah dengan akses tanpa kabel atau cukup dengan modal wireless yang ada di laptop kita. Maka, pilihan-pilihan tempat untuk mengakses internet semakin banyak. Bukan dominasi warnet lagi. Bahkan, ruang-ruang publik, seperti bandara, stasiun, kafe, dan tempat perbelanjaan sudah menyediakan akses internet atau hotspot.

Ini juga dibarengi dengan pertumbuhan modem (alat semacam untuk mengakses internet menggunakan kartu provider, baik prabayar maupun pascabayar) yang semakin beragam. Bahkan, banyak sekali penawaran paket akses internet yang dilakukan oleh provider-provider telekomunikasi untuk mempermudah masyarakat.

Maka, masyarakat yang membutuhkan akses internet tidak perlu lagi ke warnet karena sudah cukup banyak cara untuk mengakses internet, baik dengan HP maupun dengan laptop sendiri, dengan mencari wireless yang tersebar di ruang-ruang publik atau cukup menggunakan modem untuk mengakses internet.

Inilah perkembangan teknologi sekarang yang cukup cepat dan memudahkan masyarakat. Maka, kita perlu terus melakukan inovasi agar warnet (warung internet) tidak hilang tergerus zaman teknologi, seperti wartel dan telepon umum yang mulai hilang.

Mari kita cerdaskan masyarakat dengan informasi dan teknologi yang bermanfaat dan memberikan wawasan yang luas.

Salam.

Sumber: Kompasiana

Penulis : Bahry

 
Leave a comment

Posted by on May 7, 2010 in Lifestyle

 

Temukan Roy Suryo pada Google

Coba Ketikan Temukan Roy Suryo pada mesin Google lalu Klik I Am Feeling Lucky,LIhat apa yang terjadi

 
Leave a comment

Posted by on March 28, 2010 in Lifestyle

 

Ponsel Bisa Hitung Kalori dari Seks

Jakarta – Menghitung kalori kini bisa dilakukan lewat iPhone. Namun bukan dari olahraga yang dilakukan, melainkan dari hubungan seks yang dilakoni penggunanya.

Aplikasi yang dinamakan the Bedometer berikut memiliki kemampuan untuk menghitung berapa kalori yang terbakar saat melakukan seks. Ia menganalisa waktu dan intensitas dari masing-masing sesi, demikian seperti yang dikutip detikINET dari The Sun, Kamis (18/3/2010).

Tinggal ditempatkan di kasur, maka ia akan bekerja dengan sendirinya. Melalui sensor gerak yang dimiliki iPhone dan iPod Touch lah aplikasi ini bekerja.

Seorang wanita berusia 25 tahun, Livvy Thompson yang sudah menjajal kemanjuran aplikasi ini mengaku puas. “Hasilnya sungguh luar biasa. Pasanganku tidak bisa lepas dari ini,” ujarnya.

Aplikasi Bedometer mengingatkan keberadaan aplikasi Passion yang sudah muncul sebelumnya. Aplikasi ini mampu menganalisa pergerakan yang dilakukan saat melakukan hubungan seks, dari mulai durasi hingga kekuatan, kemudian ia akan menilainya.

 
Leave a comment

Posted by on March 25, 2010 in Lifestyle

 

iFitness, Boyong Pelatih Fitnes Pribadi ke Ponsel

Jakarta – Untuk mendapatkan jasa pelatih pribadi (personal trainer) layaknya di tempat kebugaran, kini tak perlu lagi sampai harus ke fitness center. Cukup dari ponsel Anda pun bisa. Caranya ya tentu saja dengan menggunakan aplikasi khusus.

Salah satu aplikasi yang bisa mengakomodir hal ini adalah iFitness. Memang aplikasi perangkat genggam yang menawarkan bantuan untuk berolahraga banyak dijajakan di app store. Namun iFitness merupakan salah satu yang terbaik karena diklaim mampu ‘membawa’ sang personal trainer ke ponsel Anda.

iFitness telah memiliki sekitar 230 kumpulan gerakan latihan di database-nya. Sebagian besar di antaranya ditampilkan dalam bentuk video pendek. Jadi dijamin bakal lebih memudahkan user untuk mengikuti gerakan yang dimaksud.

Gerakan yang dilatih juga turut mengkhususkan pada beberapa bagian tubuh tertentu. Seperti untuk membesarkan otot lengan yang merupakan impian para pria dan bagian tubuh lainnya.

Untuk saat ini, aplikasi besutan Hooman Zohoor ini masih hanya tersedia untuk perangkat iPhone. Belum diketahui kemungkinan untuk berjalan di atas platform mobile yang lain.

Adapun untuk menggunakan jasanya tidaklah gratis. Namun, user cukup merogoh kocek sebesar US$ 1,99 untuk biaya mengunduh aplikasi tersebut, demikian dikutip detikINET dari situs ign. ( ash / faw )

 
Leave a comment

Posted by on March 25, 2010 in Lifestyle

 

Hati-hati Pasang Status di Facebook

VIVAnews – Hati-hati bila menulis status di situs jaringan sosial Facebook, apalagi yang bisa menyinggung satu pihak, ataupun membawa muatan SARA.

Setelah kasus status Facebook Evan Brimob sempat mencuat di publik dan menuai kemarahan masyarakat beberapa bulan lalu, kali ini seseorang bernama Ibnu Rachal Farhansyah memicu kemarahan masyarakat Bali, yang mayoritas beragama Hindu.

Pasalnya, di saat mayoritas masyarakat Bali menggelar ritual Nyepi, Selasa 16 Maret 2010, Ibnu malah menulis status yang memicu konflik. Dalam akun Facebook-­nya, Ibnu menulis “nyepi sepi sehari kaya tai.” Kontan, status tersebut langsung menuai komentar kemarahan dari sejumlah temannya di akun tersebut.

Dalam salah satu komentar, Ibnu dicap sebagai sosok munafik yang tidak menghargai umat Hindu. Banyak pula yang meminta Ibnu untuk pergi meninggalkan Bali ataupun mengancam melaporkan kasus ini ke pihak berwenang, polisi.

Ibnu akhirnya menuliskan status terbaru yang menyatakan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Bali, khususnya yang beragama Hindu, atas pernyataan kasarnya tersebut.

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Ulah Ibnu sudah terlanjur menjadi buah bibir. Bermunculan juga sejumlah grup yang menyatakan penentangan terhadap aksi Ibnu ini. Salah satu grup menggalang dukungan untuk mengusir Ibnu dari Bali.

Ibnu sendiri dikabarkan belum begitu lama tinggal di Pulau Dewata. Tampaknya, ia masih harus banyak belajar beradaptasi dan menghargai perbedaan adat-istiadat, budaya dan agama dimana ia tinggal sekarang. (tvone.co.id)

 
2 Comments

Posted by on March 25, 2010 in Lifestyle

 

Facebook Picu Penyakit Menular Seksual

VIVAnews – Laman jejaring sosial Faccebook dikaitkan dengan meningkatnya penderita penyakit menular seksual (PMS) sifilis di Inggris. Peneliti menemukan bahwa penyebaran virus bertambah empat kali lipat di area di mana Facebook sangat populer, antara lain di Sunderland, Durham, dan Teesside.

Direktur Dinas Kesehatan Teesside, Profesor Peter Kelly mengatakan stafnya menemukan kaitan antara penyebaran sifilis, terutama di kalangan perempuan muda, dengan jumlah pengguna Facebook. Penambahan ini diduga terjadi karena orang-orang menemukan cara baru untuk bertemu banyak orang lain dan menjalin hubungan fisik.

“Sifilis adalah penyakit yang berbahaya dan dapat menyerang siapa saja yang melakukan hubungan seksual tanpa pengaman,” ujar Kelly seperti dikutip laman harian Telegraph.Kelly mengatakan tidak memiliki data mengenai penderita sifilis baru secara rinci. Dia hanya mengungkapkan sebagian besar penderita itu bertemu pembawa virus melalui jejaring sosial.

Sebanyak 30 kasus sifilis baru terjadi di Teesside pada 2009, namun diperkirakan angka penderita sesungguhnya jauh lebih besar.Sebelumnya, survei menunjukkan bahwa orang muda di Sunderland, Durham, dan Teesside memiliki kecenderungan 25 persen lebih banyak untuk mengakses jejaring sosial daripada daerah lain di Inggris.Juru bicara Facebook, Andrew Noyes menyatakan pemilik akun harus menjaga keamanan sendiri dan berhati-hati ketika akan bertemu muka dengan teman dalam jejaring. Noyes juga membantah situsnya merupakan ajang bagi orang untuk mencari partner seksual.”Kami memiliki lebih dari 400 juta pengguna Facebook, laman kami bukan tempat mencari rekan seksual namun untuk mempertemukan teman-teman dan keluarga,” ujar Noyes seperti dikutip TechCrunch.

 
Leave a comment

Posted by on March 25, 2010 in Lifestyle

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.