RSS

Korelasi antara Kehilangan, Perubahan dan Keikhlasan

http://i.ytimg.com/vi/xqhESOVOxs0/hqdefault.jpg

Iseng iseng saya gooling defenisi kata kehilangan , yang saya selalu temukan kehilangan soal cinta melulu , padahal kita bisa kehilangan banyak hal , kehilangan kepercayaan , kehilangan motivasi , kenapa melulu soal cinta cinta dan cinta , shiitt , ( hidup ini emang gk bakalan indah tanpa diwarnai kata cinta , tapi hidup ini gak melulu bicarain soal cinta men ( masih ada dinda , nuri , sutinem dan suminah anak haji sueb *nah loh kok jadi gagal focus) .

Beberapa orang melihat kehilangan sebagai satu bagian penting dalam hidupnya , bagi saya pribadi kehilangan itu cuma masalah status doank . Yah status yang tadinya ADA sekarang jadi GAK ADA . Sama kayak inventori list di kantor kamu , ada yang stok nya abis ada yang masih bersisa berapa biji , terus kenapa banyak kejadian konyol yang kita baca di koran mereka  bunuh diri karena kehilangan cinta lah , kehilangan harga diri lah , kehilangan titit lah *upssss  ???
Jadi sebenarnya ini masalah apa yang bakal kamu lakuin setelah status itu berubah , itu ajah kok , kalo kata soe hok gie , mereka yang mendadak menjadi jadi jomblo akut stadium 6 melakukan berbagai hal , “Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah,Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza,Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku ” ( sambil meluk guling bayangin lagi bercinta dengan putri indonesia era tahun 70’an ).

 

 
Leave a comment

Posted by on August 30, 2014 in sehari hari

 

Mengingat Masa Keemasan Musik Indonesia di Era 90’an

it-was-20-years-ago-today-textBeberapa dari kita yang kelahiran dari tahun 75 an sampai 88 an , ada masanya akan diingatkan lagi betapa merajalelanya musik indonesia di era 90’an . Masa dimana Musik Indonesia menjadi raja di negeri nya sendiri , lepas dari hingar bingar K-Pop , grombolan boy band asal korea yang sebenarnya sekumpulan homo yang dibungkus dengan apik atau girl band dan musisi karbitan yang lyric dan kualitas musikalitasnya lama lama memukan .

Ntah kenapa saya teringat lagi dengan musisi era 90’an itu , ntah mungkin karena saat ini saya sedang jomblo ( *jomblo itu sebenarnya warga negara republik rakyat galau yang sedang berupaya mencari suaka ke republik rakyat move on ) atau memang karena kwalitas lyric lagunya itu loh , ngangenin banget . Secara Genre ,Pop masih lebih dominan , thema yang diangkat juga masih seputarn cinta cinta dan cinta .

Saya diingatkan kembali dengan betapa membekasnya lyric lyric lagu Kla Project dan Katon Bagaskara , Nugie , Yana Yulio , Bragi , Base Jam , Sheila On 7 , Stinky dll . Berikut beberapa list lagu yang mungkin bisa mengembalikan memori kita di era 90’an :

Base Jam – Bukan Pujangga
Bragi – Janji
Java Jive – Permataku
Nugie -Pelukis Malam
Paramitha Rusadi – Nostalgia Waktu SMA
Rita Efendi – Selamat Jalan Kasih
Potret – Salah
Yana Yulio – Hasrat Cinta
Kahitna – Andai dia Tahu
Sheila On 7 – Betapa
Stinky – Rindu Untuk Dia

sekian dari saya , thanx a lot , cheers, kalo ada yang mau nambahi monggo dah …

 
Leave a comment

Posted by on August 27, 2014 in Mp3

 

Key Perform Indicator (KPI – GSM)

Ecommerce_Key_Performance_Indicators

Seorang Optim di dunia telekomunikasi , sangat kental dengan istilah KPI . kalo berdasarkan standard ITU ( International Telecommunication Union ) , organisasi internasional yang menjadi source standarisasi teknologi telekomunikasi internasional , KPI dibagi menjadi 3 domain besar , yaitu : Accessibility , Retainability dan Integrity .

Accessibility itu maksudnya adalah bagaimana user mampu untuk mendapatkan layanan yang disediakan oleh operator telekomunikasi . beberapa KPI yang tergolong dalam Accessibility adalah : RX level, Random Accses Succses rate ( RACH Suscces Rate ) , SD Drop Rate , SDCCH Suscces Rate , SDCCH Blocking Rate , dan TCH Blocking Rate .

Retainabiity adalah bagaimana user mampu mempertahankan layanan setelah layanan diperoleh  hingga layanan itu dihentikan sendiri oleh user . Beberapa KPI yang digolongkan dalam kategori ini adalah TCH Drop Rate , Drop Call Rate , Erlang per minute rate .

Integrity adalah derajat pengukuran saat layanan berhasil diperoleh user , KPI yang termaksud kategori integrity adalah Handover Succsesfull Rate , FER , RX Qual dan SQI

Nah , pada materi selanjutnya , kita akan membahas lebih dalam beberapa KPI yang sering dipakai sebagai ukuran kwalitas performansi dari suatu jaringan .

 
Leave a comment

Posted by on February 25, 2014 in Technology, Telekomunikasi

 

Drive Test ( The Man Behind Good Signal )

Petunjuk :
1. Pada artikel ini , saya tidak sedang ingin menulis pemaparan teknis bagaimana Drive Test dilakukan
2. Artikel ini tidak ditujukan untuk pemula , tetapi DT Engginer level middle hingga expert

Saat pertama kali mendengar kata “Drive Test” yang ada dipikiran saya saat itu pertama kali adalah sebuah pekerjaan yang mungkin berhubungan dengan supir dan menyupir , and then what ? masih bersangkutan sih .  Berdasarkan Source dari Wikipedia Drive Test adalah “Drive Testing is a method of measuring and assessing the coverage, capacity and Quality of Service (QoS) of a mobile radio network.”
Ini artinya , bahwa data yang didapatkan dari Drive Test adalah User Side Data Sample . Dalam pemaparan apapun itu , Why , How, When dan What menjadi 4 kata Tanya yang biasanya mencover semua penjelasan dari satu materi

Why ( Mengapa dilakukan drive test )

Proses Optimasi yang dilakukan oleh seorang engginer radio network , membutuhkan data yang nyata dari sudut pandang user akan kwalitas signal yang didapatkanoleh user , perubahan beberapa value parameter biasanya dilakukan seorang RNO Engginer dalam mengoptimasi jaringan yang existing, kenapa saya katakana existing ? Karena seorang RNO hanya bertanggung jawab mengoptmasi sebuah jaringan yang sudah seatle . RNO idealnya tidak bertugas untuk melaunching satu site yang masih baru .Data yang didapatkan dari sebuah aktifitas Drive Test berupa log file yang dapat dianalisa oleh seorang RF Engginer , yang memberikan gambaran secara teknis akan case yang didapatkan dilapangan .

24042012232544@Drive test

How ( Bagaimana Drive Test Dilakukan )

Ponsel pasti menjadi perangkat utama yang dipakai dalam melakukan aktifitas drive test , user interface yang digunakan berupa software seperti Tems , nemo atau yang lainnya .

Praguedrivetest

When ( kapan drive test dilakukan )

Sesaat setelah RNO memberikan kabar bahwa site tersebut siap untuk di drive test . Ada beberapa alasan mengapa Drive Test mungkin harus ditunda dulu diataranya :

  • Beberapa parameter yang mungkin masih harus dioptimalkan dulu.
  • Neighbour relation yang belum complete dan dibutuhkan lagi audit untuk setiap relasinya
  • Society case seperti land lord problem , stolen case, site down , site congest , site alarm .

What ( data berupa apa yang diambil )

bechmarking

Semua itu tergantung dari jenis Drive Test yang akan dilakukan , hanya saja ada beberapa sample data yang secara umum diambil, yaitu :

  • Signal intensity
  • Signal quality
  • Interference
  • Dropped calls
  • Blocked calls
  • Anomalous events
  • Call statistics
  • Service level statistics
  • QoS information
  • Handover information
  • Neighbouring cell information
  • GPS location co-ordinates

Kita akan membahas lebih banyak lagi tentang beberapa type Drive Test yang biasa dilakukan diberbagai Project . Cukup sekian dulu yah .

 
Leave a comment

Posted by on January 24, 2014 in Networking

 

Tags: , , , ,

Wireless Radio Network Optimation ( Welcome to The New World Dudes … )

Almost 2 Years , yes 1 tahun 11 bulan saya terjun di dunia Telco di indonesia , satu dunia yang belum terbayangkan sebelumnya setelah lulus , padahal background pendidikan saya di Teknik Informatika ( yang erat kaitannya dengan coding dan network computer optimation ) .
Setelah menyelesaikan pendidikan di IT Telkom , di Program Sarjana S1 Teknik Informatika ( Finnaly , CeCuatu baNgets Yah ..?? ) dan menyandang gelar ST ( Sarjana Tahhapahapa ) , saya dihadapkan pada satu pertanyaan , Mau Jadi apa kau besok onang ?
Yupss, 7 tahun menghabiskan biaya yang gak sedikit , malu donk sama nyokap kalo gw harus nganggur lagi , lamak pulak . Gue ingat , sewaktu lulus , abang gw pernah pernah bilang gini ( dengaN gayAknya yang Sengak itu dengan laNtang dia berkata ) .” Hei Onang , saat lulus , gaji bukan menjadi prioritas ,tapi yang pasti, mau jadi pengemispun dipinggir jalan , pastikan kalo lw itu jadi raja pengemis ( Jadi bocahh tua nakal di pelem yoko donk …?? ) , mau jadi tukang becak pun kau pastikan kalo kau jadi raja tukang becak , mau jadi preman pun kau , pastikan kalo lw jadi raja preman , maksudnya , ketika kau udah terjun di satu bidang , ada 1 hal yang harus lw pastikan , kalo emang beneran cinta bidang itu , why ? Ketika anda mencintai sesuatu , anda akan total didalamnya , ketika anda total didalamnya pastikan anda harus jadi yang terbaik didalamnya .
akhirnya setelah lulus aku memutuskan untuk bekerja di bidang telekomunikasi , wew belajar ilmu baru , belajar soal frekuensi , dasar hapalan emang harus kudu kuat ( gak kayak coding mikirnya ribet )
sebenarnya , ada dua alasan kenapa gue mau terjun ke telco :
1.Uang yang ditawarkan lebih menggiurkan daripada harus berkerja keras di dunia coding meng coding
2.mikirnya gak susah , cuma butuh logika dalam memahami materi2xnya ,kalo di coding atau sejenisnya , udah mikirnya keras uangnya dikit lagi , huahaha ( dasar onang Matreee )
Oke , enough , intinya 2 tahun belakangan ini gw banyak disibukan dengan segala yang berbau frekuensi dan radio optimasi . nah , mengingat gw juga masih nubitol dan dalam progres untuk belajar lebih banyak , kedepannya gw bakalan share ke kalian semua , materi optimasi , baik itu tentang trend dan dunia industri telco dan optimasinya , beberapa soal sertifikasi yang gw dapetin baik dari internet , kerjaan maupun training yang gw dapetin , intinya berbagi wawasan dan apa yang gw tahu lah , why ? cuma dua alasannya :
1. gue orangnya pelupa , kalo belajar sesuatu yang baru dan gak gw tuliskan kembali dalam bahasa gw , otak gw ampe jembot juga gak bakalan paham materi yang gw baca . so , sebaik baiknya orang pasti yang diharapkan orang yang baik dan berguna buat yang laen kan
2. gw pengen sama sama maju , miris liat enggineer local di kantor gw ( termaksud gw ) di maki maki sama orang india kayak babu dan gak punya harga diri , gue pengen industri telco di indonesia di handle sama anak anak bangsa ini , CUKUP LAH KITA DIJAJAH SECARA EKONOMI , MASAK SDM KITA DI NEGARA SENDIRI DIJAJAH , cUIHHhhh ( Gaya JOKOWI Teriak coy )

oke lah , kita lanjut besok besok dengan materi yang lebih banyak yah , Cee YouuuUU Eaaa KakkkKKakkkkk

Salam Hangat ,
Onang Cibi Cibi

 
Leave a comment

Posted by on August 30, 2013 in sehari hari

 

Tags: , , , ,

Routing Protokol Destination-Sequenced Distance Vector (DSDV)

——————————————————————————————————————————

Ronald M Hutabarat

Departement Informatika

Institut Teknologi Telkom

ronaldhutabarat@yahoo.com

—————————————————————————————————————————————-


Sekilas Tentang Jaringan Wireless Ad Hoc

          Perkembangan jaringan komputer mulai bergeser dari pengembangan jaringan berkabel ke jaringan nirkabel (wireless) . Perkembangan ini merupakan tuntutan dari kebutuhan masyarakat akan akses informasi yang cepat dan bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Salah satu mode pengembangan dari jaringan nirkabel adalah tipe jaringan nirkabel yang ad hoc. Jaringan Wireless Ad Hoc adalah jaringan yang menghubungkan pasangan node dan sangat tergantung dari jarak transmisi dari tiap tiap node (Mukherjee , 2003) .

          Jaringan Ad Hoc dapat berdiri dan exist tanpa harus menggunakan Infrastruktur yang ada seperti base station berupa accses point ataupun sarana pendukung transmisi data . Tiap tiap device yang berada pada jaringan ini sering disebut NODE . Masing masing node akan berkomunikasi dengan node yang berada dalam satu jaringan Ad hoc tersebut . Jaringan Ad Hoc ini sering pula disebut sebagai MANET (Mobile Ad Hoc Networking)

          Jaringan Ad Hoc mempunyai infrastruktur node jaringan yang tidak permanen. Jaringan ini terdiri atas beberapa node yang bersifat mobile dengan satu atau lebih interface pada setiap nodenya. Setiap node pada jaringan Ad Hoc harus mampu menjaga performance trafik paket data dalam jaringan akibat sifat mobilitas node dengan cara rekonfigurasi jaringan. Sebagai contoh, jika ada node yang bergeser yang mengakibatkan gangguan berupa putus jaringan, maka node yang mengalami gangguan tersebut dapat meminta pembentukan rute link baru untuk meneruskan pengiriman paket data. Beberapa contoh penerapan jaringan Ad Hoc antara lain pembangunan jaringan komunikasi di medan perang untuk beberapa lokasi, pusat-pusat komunikasi di daerah bencana alam, sarana koneksi internet pada stand-stand suatu event/pameran dimana tidak dimungkinkan untuk membangun jaringan kabel atau ketidaktersediaan jaringan kabel.Node node pada jaringan Ad Hoc tidak hanya berperan sebagai pengirim dan penerima data, namun dapat berperan sebagai penunjang node yang lainnya, misalnya mempunyai kemampuan layaknya router. Dengan demikian diperlukan adanya routing protokol dalam jaringan Ad Hoc untuk menunjang proses kirim terima antar node-nodenya.

——————————————————————————————————————————————————-

Sekilas Tentang Routing Protocol Ad Hoc

          Komunikasi antar node yang satu dengan node yang lainnya pada jaringan wireless menggunakan Routing Protokol Ad Hoc.Routing adalah mekanisme penentuan link dari nodepengirim ke node penerima yang bekerja pada layer 3 OSI (Layer Network). Protokol routing diperlukan karena untuk mengirimkan paket data dari node pengirim ke node penerima akan melewati beberapa node penghubung (intermediate node), dimana protokol routing berfungsi untuk mencarikan route link yang terbaik dari link yang akan dilalui melalui mekanisme pembentukan tabel routing. Pemilihan route terbaik tersebut didasarkan atas beberapa pertimbangan seperti bandwith link dan jaraknya.

Daftar Tabel Routing Protocol Ad Hoc

          Jaringan Ad Hoc memiliki dua model protokol routing. Pertama, protokol routing yang bersifat reaktif (reactive), dimana tabel routing dibentuk jika ada permintaan pembuatan route link baru atau perubahan link. Kedua, protokol routing yang bersifat proaktif (proactive), dimana tabel routing dibentuk dan diupdate setiap waktu (secara kontinu) jika terjadi perubahan link . Routing Protokol Destination-Sequenced Distance Vector (DSDV) merupakan Routing Protokol Pro-aktif.

——————————————————————————————————————————————————-

# Source : Ad Hoc Networking – Charles Perkins

Destination-Sequenced Distance Vector (DSDV)

          DSDV merupakan algoritma routing procol ad hoc proaktif yang didasari pada Bellman – Ford yang pertama kali dikenalkan, kontribusi algoritma ini adalah untuk mengatasi Routing Loop. Pada DSDV, digunakan sequence number untuk mengirimkan pesan pada jaringan. Sequence number dihasilkan juga saat ada perubahan dalam jaringan, hal ini terjadi karena sifat table routing node pada pada jaringan yang menggunakan protokol proaktif yang update secara periodik, serta Trigered update uang digunakan oleh node untuk mengupdate node yang masuk dan keluar dari jaringan.
Dalam metode routing DSDV, setiap node yang berada dalam jaringan , akan memelihara tabel routing ke node tetangganya, tabel routing yang dimiliki oleh setiap node berisi tentang : alamat tujuan node, jumlah hop yang diperlukan untuk mencapai tujuan, serta sequenced number. Jika tabel routing dalam satu node telah diupdate, maka akan dipilih rute untuk mencapai node tujuan dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut :

Memiliki sequence number yang terbaru, hal ini dapat dilihat dari nilai sequenced number yang paling besar
Jika nilai sequence number sama, maka akan dilihat nilai metricnya, nilai metric yang lebih kecil akan dipilih.

Penerapan protocol DSDV memiliki kelebihan , yaitu :
• DSDV menjamin tidak ada looping route
• DSDV dapat mereduksi masalah count to infinity
• DSDV dapat menghindari trafik lebih dengan kenaikan drastis update penuh untuk dump
• DSDV hanya memaintenence path terbaik menuju tujuan, dari sekian banyak path ketujuan.

Keterbatasan yang dimiliki algoritma routing protocol DSDV ini menjadi kelemahannya, yaitu :

  • Banyak memakan alokasi bandwith untuk broadcasting informasi yang tidak terlalu berguna, meskipun tidak ada perubahan yang berarti pada topologi jaringan, hal ini dikarenakan sifatnya yang selalu update setiap waktunya.
  • DSDV tidak mensupport multi path routing.
  • Sangat sulit untuk mendeterminasi waktu delay saat broadcasting informasi kesemua node.
  • Table routing pada node dijaringan DSDV sangat sulit untuk dimaintence pada jaringan berskala besar, mengingat jumlah node yang banyak dan dan luas jaringan yang semakin diperluas (scalable) yang meningkatkan overhead.

Berikut merupakan proses secara keseluruhan algoritma routing protocol DSDV :

  1. Diawal tranmisi sebelum dilakukan , tiap node memiliki table yang berisi data node node dalam jaringan.
  2. Jika terjadi perubahan topologi jaringan setelah paket data dikirimkan, table routing akan diupdate secara periodic.
  3. Jika tidak ada permasalah pada topologi jaringan, makan node akan dikirimkan setelah node sumber dan node tujuan dinisialisasi, lalu paket akan sampai ke node tujuan.
   

Flowchart Proses Kerja DSDV secara umum

 
2 Comments

Posted by on September 11, 2011 in Networking, Research

 

Routing Protokol Ad Hoc On-demand Distance Vector (AODV)

——————————————————————————————————————————

Ronald M Hutabarat

Departement Informatika

Institut Teknologi Telkom

ronaldhutabarat@yahoo.com

—————————————————————————————————————————————-

          AODV adalah sebuah routing protocol yang dibuat untuk jaringan MANET. AODV adalah on demand routing, dimana algoritma ini akan membangun rute antara node hanya apabila diinginkan oleh source node. AODV memelihara rute tersebut sepanjang masih dibutuhkan oleh source node. AODV menggunakan sequence number untuk memastikan bahwa rute yang dihasilkan adalah loop-free dan memliki informasi routing yang paling update.

          AODV menciptakan suatu rute dengan menggunakan route request (RREQ) dan route reply (RREP). Ketika source node menginginkan suatu rute menuju destination node tetapi belum mempunyai rute yang benar, maka source node akan menginisialisasi route discovery process untuk menemukan rute ke destination node. Source node akan mem-broadcast paket RREQ menuju node tetangganya . RREQ paket berisi source address, destination address, hop counter, source and destination sequence number, dan broadcast ID. Nilai Broadcast ID akan bertambah satu setiap suatu source node mengirimkan RREQ yang baru dan digunakan sebagai identifikasi sebuah paket RREQ. Jika node yang menerima RREQ memiliki informasi rute menuju destination node, maka node tersebut akan mengirim paket RREP kembali menuju source node. Tetapi jika tidak mengetahui maka node tersebut akan mem-broadcast ulang RREQ ke node tetangganya setelah menambahkan nilai hop counter. Node yang menerima RREQ dengan nilai source address dan broadcast ID yang sama dengan RREQ yang diterima sebelumnya akan membuang RREQ tersebut. Source sequence number digunakan oleh suatu node untuk memelihara informasi yang valid mengenai reverse path (jalur balik) menuju ke source node. Pada saat RREQ mengalir menuju node tujuan yang diinginkan, dia akan menciptakan reverse path menuju ke node, setiap node akan membaca RREQ dan mengidentifikasi alamat dari node tetangga yang mengirim RREQ tersebut. Ketika destination node atau node yang memiliki informasi rute menuju destination menerima RREQ maka node tersebut akan membandingkan nilai destination sequence number yang dia miliki dengan nilai destination sequence number yang ada di RREQ. Jika nilai destination sequence number yang ada di RREQ lebih besar dari nilai yang dimiliki oleh node maka paket RREQ tersebut akan dibroadcast kembali ke node tetangganya, sebaliknya jika nilai destination sequence number yang ada di node lebih besar atau sama dengan nilai yang ada di RREQ maka node tersebut akan mengirim route reply (RREP) menuju source node dengan menggunakan reverse path yang telah dibentuk oleh RREQ . Intermediate node yang menerima RREP akan mengupdate informasi timeout (masa aktif rute) jalur yang telah diciptakan. Informasi rute source ke destination akan dihapus apabila waktu timeoutnya habis.

Di dalam AODV setiap node bertanggung jawab untuk memelihara informasi rute yang telah disimpan di dalam routing table-nya. Pada saat pengiriman data apabila terjadi perubahan topologi yang mengakibatkan suatu node tidak dapat dituju dengan menggunakan informasi rute yang ada di routing table, maka suatu node akan route error packet (RRER) ke node tetangganya dan node tetangganya akan mengirim kembali RRER demikian seterusnya hingga menuju source node .Setiap node yang memperoleh RRER ini akan menghapus informasi yang mengalami error di dalam routing table-nya. Kemudian source node akan melakukan route discovery process kembali apabila rute tersebut masih diperlukan.

 
4 Comments

Posted by on September 10, 2011 in Networking, Research

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.