RSS

Routing Protokol Destination-Sequenced Distance Vector (DSDV)

——————————————————————————————————————————

Ronald M Hutabarat

Departement Informatika

Institut Teknologi Telkom

ronaldhutabarat@yahoo.com

—————————————————————————————————————————————-


Sekilas Tentang Jaringan Wireless Ad Hoc

          Perkembangan jaringan komputer mulai bergeser dari pengembangan jaringan berkabel ke jaringan nirkabel (wireless) . Perkembangan ini merupakan tuntutan dari kebutuhan masyarakat akan akses informasi yang cepat dan bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Salah satu mode pengembangan dari jaringan nirkabel adalah tipe jaringan nirkabel yang ad hoc. Jaringan Wireless Ad Hoc adalah jaringan yang menghubungkan pasangan node dan sangat tergantung dari jarak transmisi dari tiap tiap node (Mukherjee , 2003) .

          Jaringan Ad Hoc dapat berdiri dan exist tanpa harus menggunakan Infrastruktur yang ada seperti base station berupa accses point ataupun sarana pendukung transmisi data . Tiap tiap device yang berada pada jaringan ini sering disebut NODE . Masing masing node akan berkomunikasi dengan node yang berada dalam satu jaringan Ad hoc tersebut . Jaringan Ad Hoc ini sering pula disebut sebagai MANET (Mobile Ad Hoc Networking)

          Jaringan Ad Hoc mempunyai infrastruktur node jaringan yang tidak permanen. Jaringan ini terdiri atas beberapa node yang bersifat mobile dengan satu atau lebih interface pada setiap nodenya. Setiap node pada jaringan Ad Hoc harus mampu menjaga performance trafik paket data dalam jaringan akibat sifat mobilitas node dengan cara rekonfigurasi jaringan. Sebagai contoh, jika ada node yang bergeser yang mengakibatkan gangguan berupa putus jaringan, maka node yang mengalami gangguan tersebut dapat meminta pembentukan rute link baru untuk meneruskan pengiriman paket data. Beberapa contoh penerapan jaringan Ad Hoc antara lain pembangunan jaringan komunikasi di medan perang untuk beberapa lokasi, pusat-pusat komunikasi di daerah bencana alam, sarana koneksi internet pada stand-stand suatu event/pameran dimana tidak dimungkinkan untuk membangun jaringan kabel atau ketidaktersediaan jaringan kabel.Node node pada jaringan Ad Hoc tidak hanya berperan sebagai pengirim dan penerima data, namun dapat berperan sebagai penunjang node yang lainnya, misalnya mempunyai kemampuan layaknya router. Dengan demikian diperlukan adanya routing protokol dalam jaringan Ad Hoc untuk menunjang proses kirim terima antar node-nodenya.

——————————————————————————————————————————————————-

Sekilas Tentang Routing Protocol Ad Hoc

          Komunikasi antar node yang satu dengan node yang lainnya pada jaringan wireless menggunakan Routing Protokol Ad Hoc.Routing adalah mekanisme penentuan link dari nodepengirim ke node penerima yang bekerja pada layer 3 OSI (Layer Network). Protokol routing diperlukan karena untuk mengirimkan paket data dari node pengirim ke node penerima akan melewati beberapa node penghubung (intermediate node), dimana protokol routing berfungsi untuk mencarikan route link yang terbaik dari link yang akan dilalui melalui mekanisme pembentukan tabel routing. Pemilihan route terbaik tersebut didasarkan atas beberapa pertimbangan seperti bandwith link dan jaraknya.

Daftar Tabel Routing Protocol Ad Hoc

          Jaringan Ad Hoc memiliki dua model protokol routing. Pertama, protokol routing yang bersifat reaktif (reactive), dimana tabel routing dibentuk jika ada permintaan pembuatan route link baru atau perubahan link. Kedua, protokol routing yang bersifat proaktif (proactive), dimana tabel routing dibentuk dan diupdate setiap waktu (secara kontinu) jika terjadi perubahan link . Routing Protokol Destination-Sequenced Distance Vector (DSDV) merupakan Routing Protokol Pro-aktif.

——————————————————————————————————————————————————-

# Source : Ad Hoc Networking – Charles Perkins

Destination-Sequenced Distance Vector (DSDV)

          DSDV merupakan algoritma routing procol ad hoc proaktif yang didasari pada Bellman – Ford yang pertama kali dikenalkan, kontribusi algoritma ini adalah untuk mengatasi Routing Loop. Pada DSDV, digunakan sequence number untuk mengirimkan pesan pada jaringan. Sequence number dihasilkan juga saat ada perubahan dalam jaringan, hal ini terjadi karena sifat table routing node pada pada jaringan yang menggunakan protokol proaktif yang update secara periodik, serta Trigered update uang digunakan oleh node untuk mengupdate node yang masuk dan keluar dari jaringan.
Dalam metode routing DSDV, setiap node yang berada dalam jaringan , akan memelihara tabel routing ke node tetangganya, tabel routing yang dimiliki oleh setiap node berisi tentang : alamat tujuan node, jumlah hop yang diperlukan untuk mencapai tujuan, serta sequenced number. Jika tabel routing dalam satu node telah diupdate, maka akan dipilih rute untuk mencapai node tujuan dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut :

Memiliki sequence number yang terbaru, hal ini dapat dilihat dari nilai sequenced number yang paling besar
Jika nilai sequence number sama, maka akan dilihat nilai metricnya, nilai metric yang lebih kecil akan dipilih.

Penerapan protocol DSDV memiliki kelebihan , yaitu :
• DSDV menjamin tidak ada looping route
• DSDV dapat mereduksi masalah count to infinity
• DSDV dapat menghindari trafik lebih dengan kenaikan drastis update penuh untuk dump
• DSDV hanya memaintenence path terbaik menuju tujuan, dari sekian banyak path ketujuan.

Keterbatasan yang dimiliki algoritma routing protocol DSDV ini menjadi kelemahannya, yaitu :

  • Banyak memakan alokasi bandwith untuk broadcasting informasi yang tidak terlalu berguna, meskipun tidak ada perubahan yang berarti pada topologi jaringan, hal ini dikarenakan sifatnya yang selalu update setiap waktunya.
  • DSDV tidak mensupport multi path routing.
  • Sangat sulit untuk mendeterminasi waktu delay saat broadcasting informasi kesemua node.
  • Table routing pada node dijaringan DSDV sangat sulit untuk dimaintence pada jaringan berskala besar, mengingat jumlah node yang banyak dan dan luas jaringan yang semakin diperluas (scalable) yang meningkatkan overhead.

Berikut merupakan proses secara keseluruhan algoritma routing protocol DSDV :

  1. Diawal tranmisi sebelum dilakukan , tiap node memiliki table yang berisi data node node dalam jaringan.
  2. Jika terjadi perubahan topologi jaringan setelah paket data dikirimkan, table routing akan diupdate secara periodic.
  3. Jika tidak ada permasalah pada topologi jaringan, makan node akan dikirimkan setelah node sumber dan node tujuan dinisialisasi, lalu paket akan sampai ke node tujuan.
   

Flowchart Proses Kerja DSDV secara umum

 
1 Comment

Posted by on September 11, 2011 in Networking, Research

 

Routing Protokol Ad Hoc On-demand Distance Vector (AODV)

——————————————————————————————————————————

Ronald M Hutabarat

Departement Informatika

Institut Teknologi Telkom

ronaldhutabarat@yahoo.com

—————————————————————————————————————————————-

          AODV adalah sebuah routing protocol yang dibuat untuk jaringan MANET. AODV adalah on demand routing, dimana algoritma ini akan membangun rute antara node hanya apabila diinginkan oleh source node. AODV memelihara rute tersebut sepanjang masih dibutuhkan oleh source node. AODV menggunakan sequence number untuk memastikan bahwa rute yang dihasilkan adalah loop-free dan memliki informasi routing yang paling update.

          AODV menciptakan suatu rute dengan menggunakan route request (RREQ) dan route reply (RREP). Ketika source node menginginkan suatu rute menuju destination node tetapi belum mempunyai rute yang benar, maka source node akan menginisialisasi route discovery process untuk menemukan rute ke destination node. Source node akan mem-broadcast paket RREQ menuju node tetangganya . RREQ paket berisi source address, destination address, hop counter, source and destination sequence number, dan broadcast ID. Nilai Broadcast ID akan bertambah satu setiap suatu source node mengirimkan RREQ yang baru dan digunakan sebagai identifikasi sebuah paket RREQ. Jika node yang menerima RREQ memiliki informasi rute menuju destination node, maka node tersebut akan mengirim paket RREP kembali menuju source node. Tetapi jika tidak mengetahui maka node tersebut akan mem-broadcast ulang RREQ ke node tetangganya setelah menambahkan nilai hop counter. Node yang menerima RREQ dengan nilai source address dan broadcast ID yang sama dengan RREQ yang diterima sebelumnya akan membuang RREQ tersebut. Source sequence number digunakan oleh suatu node untuk memelihara informasi yang valid mengenai reverse path (jalur balik) menuju ke source node. Pada saat RREQ mengalir menuju node tujuan yang diinginkan, dia akan menciptakan reverse path menuju ke node, setiap node akan membaca RREQ dan mengidentifikasi alamat dari node tetangga yang mengirim RREQ tersebut. Ketika destination node atau node yang memiliki informasi rute menuju destination menerima RREQ maka node tersebut akan membandingkan nilai destination sequence number yang dia miliki dengan nilai destination sequence number yang ada di RREQ. Jika nilai destination sequence number yang ada di RREQ lebih besar dari nilai yang dimiliki oleh node maka paket RREQ tersebut akan dibroadcast kembali ke node tetangganya, sebaliknya jika nilai destination sequence number yang ada di node lebih besar atau sama dengan nilai yang ada di RREQ maka node tersebut akan mengirim route reply (RREP) menuju source node dengan menggunakan reverse path yang telah dibentuk oleh RREQ . Intermediate node yang menerima RREP akan mengupdate informasi timeout (masa aktif rute) jalur yang telah diciptakan. Informasi rute source ke destination akan dihapus apabila waktu timeoutnya habis.

Di dalam AODV setiap node bertanggung jawab untuk memelihara informasi rute yang telah disimpan di dalam routing table-nya. Pada saat pengiriman data apabila terjadi perubahan topologi yang mengakibatkan suatu node tidak dapat dituju dengan menggunakan informasi rute yang ada di routing table, maka suatu node akan route error packet (RRER) ke node tetangganya dan node tetangganya akan mengirim kembali RRER demikian seterusnya hingga menuju source node .Setiap node yang memperoleh RRER ini akan menghapus informasi yang mengalami error di dalam routing table-nya. Kemudian source node akan melakukan route discovery process kembali apabila rute tersebut masih diperlukan.

 
Leave a comment

Posted by on September 10, 2011 in Networking, Research

 

Embeded System

Introduction

          Embeded system , benda apa itu , gimana wujudnya ? yang pasti , saat ini kita tidak berbicara tentang hardware atau software , yah meskipun erat kaitan nya sih ,but its oke , lets begin
“A special purpose computer built into a larger device” -> E M B E D E D  S Y S T E M

          Embedded systems mepunyai tugas yang sangat spesifik , dalam kata lain , embeded system tidak multitasking , hanya memiliki satu atau lebih dikit lah fungsinya .Embeded system tidak dapat berdiri sendiri ,saya ambil contoh DVD Player meskipun DVD player punya sistem sendiri , hanya saja , dvd player juga tidak dapat digunakan tanpa dicolokin ke interface device seperti televisi atau jenis lainnya bukan  yah , meskipun dengan kemajuan teknologi saat ini ,dvd player sudah ada yang portable sekaligus display nya bukan ? atau mungkin contoh yang lain adalah microcontroller. Embedded systems (biasanya) merupakan bagian dari piranti yang lebih besar, untuk meningkatkan kapabilitasnya, yang pertama kali mempopulerkan Konsep Emebeded System pertama kali adalah : Apollo Guidance Computer

               Embedded Systems saat ini
• Signal processing systems
– Real-time video, set-top boxes, DVD players, medical
equipment, residential gateways
• Distributed control
– Network routers, switches, firewalls, mass transit
systems, elevators
• “Small” systems
– Mobile phones, pagers, home appliances, toys,
smartcards, MP3 players, PDAs, digital cameras,
sensors, smart badges

——————————————————————————————————————————————————————————————————————–

 Karakteristik Embedded Systems

• Menjadi bagian dari sistem yang lebih besar
– Periferal terbatas
• Application-specific
– Baik hardware maupun software dirancang khusus
untuk aplikasi yang spesifik
– Tetapi, re-programmability merupakan suatu kebutuhan
– ‘HALT’ merupakan suatu bad state!
• Interaksi dengan dunia fisik

——————————————————————————————————————————————————————————————————————–

Problem

Meskipun begitu , ada beberapa isu penting yang menjadi concern pengembangan teknologi embeded system kedepannya, diantaranya adalah :

• Hardware
– CPU, Memory
– Power consumption
– Limited peripherals and slower buses
– Size, weight, environmental reliability
• Software
– Latency
• ‘Hard’ or ‘Soft’ Real-time requirements
– Limited HW resources
– Reliability
• Tidak mudah didebug
– Device heterogeneity
• Interoperabilitas menjadi suatu isu penting!

          Embedded Software
• Tugas utama: ‘Not transformation of data , but interaction with physical world’
• Mengakuisisi sifat-sifat fisika/kimia
lingkungan
– Perlu waktu
– Mengkonsumsi daya
– Tidak berhenti (kecuali gagal beroperasi)

Problem pada Embedded Software
• Mayoritas ditulis oleh mereka yang bukan
computer scientist
– Tantangan untuk CS: menemukan abstraksi yang lebih
baik agar memudahkan pekerjaan domain
– Domain experts biasanya skeptik
• ‘They see Java programs stalling for 1/3 second to perform
garbage collection and update the UI and envision airplanes
falling out of the sky’
• Metoda yang dipakai pada general-purpose
software perlu banyak diadaptasi
– Mungkin diperlukan abstraksi baru

————————————————————————————————————————————————————————————————————–

                                               Sifat-Sifat Embedded Software

1.     Timeliness

• Waktu: secara sistematik telah dibung dari teori komputasi
• RTOS seringkali mereduksi karakterisasi suatu task menjadi sebuah bilangan (yakni, prioritasnya)
• Tetapi: Komputasi memerlukan waktu
– Tetapi, bahkan pada komputer yang sangat cepat, waktu masih perlu dipertimbangkan
– Proses fisik memerlukan waktu
• Perlu ditemukan abstraksi yang memungkinkan kendali waktu !!!

2.     Concurrency

• Di dunia fisik, banyak kejadian berlangsung pada waktu yang sama
• Tantangan: mengkompromikan sekuensialitas software  dengan konsurensi dunia nyata
– Pendekatan klasik (semaphores, monitors, dsb) memberikan fondasi yang baik
• Tetapi : tidak mencukupi
– Pendekatan lain: kompilasikan konkurensi (Estrel)
• Estrel: synchronous/reactive language
– FSM based, deterministic behavior
• Keunggulan: program yang sangat dapat diandalkan
• Kekurangan: terlalu statik untuk sistem tertemtu
– Karena itu diperlukan pendekatan menengah

3.     Liveness
• Program tidak boleh berakhir
– Tidak seperti model komputasi Turing tradisional, HALT tidak boleh terjadi
– Deadlock tidak dapat ditolerir
• Correctness , bukan semata-matamenampilkan jawaban akhir yang benar
– Harus mempertimbangkan hal-hal seperti timing, power consumption, fault recovery, security and robustness

4.     Reactivity

• Sistem disebut interaktif, bila:
– Bereaksi dengan kecepatannya sendiri (atau kecepatan manusia
yang mengendalikannya)
• Sistem disebut transformatsional, bila:
– Mentransformasikan suatu input data menjadi suatu output data
(misalnya perkalian dua buah matriks)
• Sistem disebut reaktif, bila:
– Bereaksi secara kontinu dengan lingkungan, selalu dengan
kecepatan reaksi yang tetap
– Harus beradaptasi terhadap perubahan kondisi
• Sumberdaya dan permintaan dapat sering berubah
– Kendala waktu nyata
– Safety-critical
• Fault-tolerance dapat merupakan isu utama

——————————————————————————————————————————————————————————————————————

                                                                          Operating Systems dan Teknik Penjadwalan

Ada banyak sistem operasi embeded system , beberapa diantaranya :

• Sistem Operasi Bergaya Office
– PalmOS
– WindowsCE
• Real-Time Operating Systems
– VxWorks
– QNX
• Linux
– Linux sudah bersifat ubiquitous
• Banyak piranti menggunakannya
• http://www.linuxdevices.com/articles/AT4936596231.html
– Banyak variasi dari ‘soft real time’ ke ‘hard real time’
– Terdapat banyak commercial + open source products
• Lainnya
– TinyOS

 Teknik Penjadwalan pada Embedded Operating Systems

• Cyclic executive
– Static schedulability analysis
• Hasilnya digunakan pada saat runtime
– Hebat untuk tugas-tugas yang periodik
• Tetapi : tidak flexible
• Event-driven non-preemptive
– Tugas-tugas direpresentasikan dengan functions (event
handlers)
– FIFO
– Aman, tetapi terbatas
• Static/dynamic priority preemptive
scheduling
– Static schedulability analysis
– Tidak ada schedule eksplisit: pada saat run-time
laksanakan highest priority task pertama kali
• Rate/deadline monotonic, earliest deadline first,
least slack
– Flexible, tetapi berpotensi bahaya
• Priority inversion
• Deadlock
• Dynamic planning-based scheduling
– Schedulability di-check pada saat runtime untuk task
yang datang secara dinamik
• Schedule yang dihasilkan menentukan kapan eksekusi
• Bila scheduling gagal, lakukan tindakan alternatif
– Flexible dan lumayan predictable
• Dynamic best-effort scheduling
– Tidak ada checking
• Kapan kendala timing dipenuhi hanya dapat diketahui sesudah
task selesai atau deadline tidak terpenuhi
– System berusaha memenuhi deadline
• Tasks dapat di-preempted kapan saja

 
Leave a comment

Posted by on July 12, 2011 in Sistem Komputer

 

Instalasi ns-allinone-2.33 pada ubuntu 8.04 hardy + gcc version 4.2.4

1.     SEKILAS TENTANG NETWORK SIMULATOR NS-2

  

Topologi wireless yang disimulasikan menggunakan routing protokol wireless pada ns -2.33

Network simulator (NS) pertama kali dibangun sebagai varian dari real network simulator pada tahun 1989 di UCB (University of California Berkeley) pada tahun 1995,  sekelompok tim gabungan membangaun sebuah perangkat lunak simulasi jaringan internet untuk kepentingan riset interaksi antar protokol dalam kontespengembangan protokol internet pada saat itu maupun masa yang akan datang.

Network Simulator bersifat open source dibawah GPL (Gnu Public lisence) anda dapat mengdownload melalui website NS : http://sourceforge.net/projects/nsnam/files/allinone

Sifat open source ini mengakibatkan pengembangan Ns menjadi lebih dinamis,pemodelan media, protokol network component dan perilaku traffic yang lebih lengkap biladibandingkan dengan software simulator lainya,ini disebabkan Ns digunakan oleh banyak periset dunia bahkan mungkin anda sendiri, akan tetapi karena sifatnya yang open source , pendokumentasian tentang pengembangan berbasis network simulator ini amat jarang , dan kalaupun ada , kebanyakan pengembangnya berasal dari luar negeri sono. Network simulator Ns2 mengsimulasikan jaringan berbasis TCP/IP dengan berbagai macam media anda dapat mengsimulasikan protokol jaringan (TCP/UDP/RTP) traffik beheavior (FTP, telnet CBR,dll.)Queue management (RED),FIFO,CBQ) algoritma routing unicast (DSDV, Link State,) applikasi multimedia berupa layyer video,quality of Service,audio-video dan transcoding, Ns juga mengimplementasikan berberapa MAC (Medium Access Controler) seperti IEEE 802.11 WiFi, 802.16 WiMax diberbagai kondisi jaringan misalnya Point to Point,point to Molti Point dan celleluler, bahkan untuk media Satelite.

wimax yang disimulasikan pada ns-2.33

Simalator ini menggunakan bahasa pemrograman tcl sebagai cara untuk menyusun skenario simulasinya, output dari simulasi ini akan menghasilkan dua files , dot nam dan dot tr . dot tr berisi data data QOS (Quality of service nya) , sedangkan dot nam berupa files untuk animasinya .Nah , karena yang namanya penelitian , semisal pada skripsi saya , biasanya ada parameter uji ,nah jika saya ada menshare file dengan format .AWK dibawah , itu adalah contoh dari parameter uji.Parameter uji sebenarnya sederhana kok , asalkan anda tahu defenisi dan rumus dari parameter uji tersebut, sehingga anda bisa tahu kolom mana sajah yang akan dipanggil dan dihitung dengan menggunakan sedikit kodingan pada file dot awk nya. Penelitian ini tentang Membandingkan 2 routing protokol pada jaringan hybrid ad hoc dengan memakai 5 parameter uji yaitu : PDR , PLR , convergence time , routing overhead dan end to end delay. Nanti jika ada waktu , saya akan share lebih banyak lagi tentang skripsi dan simulasi saya , atau mungkin anda bisa add saya di ronaldhutabarat@yahoo.com -> sebagai id ym saya

nb : pada riset ini , ada 2 jenis parameter uji yang digunakan , yaitu

  1. parameter uji untuk menilai kwalitas algoritma routing protokolnya
  2. parameter uji untuk menilai kwaliats jaringannya

——————————————————————————————————————————————————————————————————————

2.     TAHAP INSTALASI

# sebelumnya yang harus anda perhatikan , anda jangan mengcopy bulat bulat isi blog ini , karena sesuaikan dengan root anda yah

# tahapan patching beberapa routing protokol tambahan seperti , ZRP , OLSR , TORA akan saya posting di thread berikutnya

nah , pertama kita masuk keterminal dech . ketik perintah2x dibawah ini

ronald@riset:~$ sudo apt-get install gcc g++ make automake libxmu-dev

ato kalo mo lengkap skalian aja install build essentialnya

ronald@riset:~$ apt-get install build essential

kopiin file ns-allinone-2.33.tar.gz ke direktori suka2 lw. kalo gw, gw save di /home/ronald/

ronald@riset:~$ tar xvzf ns-allinone-2.33.tar.gz
ronald@riset:~$ cd ns-allinone-2.33
ronald@riset:~/ns-allinone-2.33$ ./install

sekarang lanjut ke direktory /home/ronald/ns-allinone-2.33/ns-2.33/

ronald@riset:~/ns-allinone-2.33$ cd ns-2.33/

ini buat install nam ke system

ronald@riset:~/ns-allinone-2.33/ns-2.33$ sudo make install

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

nah , terus kalo udah lw install , setting dah path nya gans…
klo udah masukin path2 library untuk mengeksekusi ns ama nam. tambahkan pada file .bashrc

ketikan command  :   ronald@riset:~gedit ~/.bashrc


# LD_LIBRARY_PATH
OTCL_LIB=/home/ronald/ns-allinone-2.33/otcl-1.13
NS2_LIB=/home/ronald/ns-allinone-2.33/lib
X11_LIB=/usr/X11R6/lib
USR_LOCAL_LIB=/usr/local/lib
export LD_LIBRARY_PATH=$LD_LIBRARY_PATH:$OTCL_LIB:$NS2_LIB:$X11_LIB:$USR_LOCAL_LIB

# TCL_LIBRARY
TCL_LIB=/home/ronald/ns-allinone-2.33/tcl8.4.18/library
USR_LIB=/usr/lib
export TCL_LIBRARY=$TCL_LIB:$USR_LIB

# PATH
XGRAPH=/home/ronald/ns-allinone-2.33/bin:/home/ronald/ns-allinone-2.33/tcl8.4.18/unix:/home/ronald/ns-allinone-2.33/tk8.4.18/unix
NS=/home/ronald/ns-allinone-2.33/ns-2.33/
NAM=/home/ronald/ns-allinone-2.33/nam-1.13/
PATH=$PATH:$XGRAPH:$NS:$NAM

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

masih di direktori yang sama , ketikan perintah ini pada terminal

ronald@riset:~/ns-allinone-2.33/ns-2.33$ ./validate

dah selese lw bisa memvalidasi NS dengan cara berikut, makan waktu lama…bisa makan waktu ampe 2x dari waktu instalasi loh

XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXXOXOXO

NB : SETTING PATH DULU BARU VALIDASI , JANGAN KEBALIK , INGA – INGA ,TUNG TUNG TUNG TUNG

XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOOXOXOXOXOXOXOXOXOXOOXOXOXOX

validasi yang bener berjalan dengan benar kalo ada tulisan nya begini nih :

validate overall report: all tests passed

nah , untuk ngecek instalasi ns udah benar lw bisa ketikan di command begini :

ronald@riset:~/ns-allinone-2.33/ns-2.33$ ns
atau
ronald@riset:~/ns-allinone-2.33/ns-2.33$ ./ns

nah , kalo muncul tanda % , artinya instalsi sukses , ns udah berjalan

————————————————————————————————————————————————————————————————————

3.     INSTALASI TRACEGRAPH

TRACEGRAPH

nah…skarang tinggal nginstal tracegraphnya, katanya biar ngeditnya rada enakan jadi pake tracegraph..okeh… file yang dibutuhin itu mglinstaller.gz  ama  tracegraph202linux.tar.gz.

paketnya bisa lw dapetin di : http://www-public.int-evry.fr/~gauthier/ns2/

atau jika link diatas tidak valid lagi , kamu bisa googling dan cari di 4shared dech , banyak kok di share di internet

kopi kan file mglinstaller.gz ama tracegraph202linux.tar.gz ke direktory sesuka lw klo gw di kopi ke directory /home/ronald/tracegraph/ trus extract deh…

ronald@riset:~$ cd tracegraph
ronald@riset:/home/ronald/tracegraph~$ tar –xvzf tracegraph202linux.tar.gz
ronald@riset:/home/ronald/tracegraph~$ gunzip mglinstaller.gz

ganti permission semua file dlam directory ke 777 , maksud nya adalah folder tracegraphnya bisa dibaca , ditulis bahkan di execute baik untuk admin maupun user yang lain

ronald@riset:/home/ronald~$ chmod 777 ns-allinone-2.33/*
ronald@riset:/home/ronald~$ chmod 777 tracegraph/*

trus install dulu mglinstaller ini library buat ngejalanin TRACEGRAPH.

ronald@riset:~$ ./mglinstaller

masukin path library ke file .bashrc, caranya :

ronald@riset:~$ nano ~/.bashrc
# Matlab 6.1 runtime libraries export
LD_LIBRARY_PATH=$LD_LIBRARY_PATH:/home/ronald/tracegraph/bin/glnx86

ama ini buat path trgraph nya

PATH=$PATH:$XGRAPH:/home/ronald/ns-allinone-2.33/ns-2.33/:/home/ronald/tracegraph/tracegraph202/

trus masuk direktori ronald@riset:~/tracegraph/tracegraph202$

Tes running TRACEGRAPH

ronald@riset:~/tracegraph/tracegraph202$ ./trgraph

——————————————————————————————————————————————————————————————————————-4.        4.     CONTOH SCRIPT WIRELESS DENGAN 4 NODE + 2 UNIT ACCSES POINT + 1 SERVER FTP + dengan beberapa parameter uji

# Source                 : laboratorium teknik switching it telkom

# parameter uji        : delay , throughput , jitterr dan packet loss

# routing protokol    : dsdv


—————————————————————————————————————————————————–

wireless.tcl

set opt(chan)   	Channel/WirelessChannel        		;# channel type
set opt(prop)   	Propagation/TwoRayGround       		;# radio-propagation model
set opt(netif)  	Phy/WirelessPhy                		;# network interface type
set opt(mac)    	Mac/802_11                     		;# MAC type
set opt(ifq)    	Queue/DropTail/PriQueue        		;# interface queue type
set opt(ll)     	LL                             		;# link layer type
set opt(ant)    	Antenna/OmniAntenna            		;# antenna model
set opt(ifqlen)         50                     	        	;# max packet in ifq
set opt(nn)             4                              	        ;# number of mobilenodes
set opt(adhocRouting)   DSDV                            	;# routing protocol

set opt(cp)     	""                             		;# cp file not used
set opt(sc)     	""                             		;# node movement file. 

set opt(x)      	1000                           		;# x coordinate of topology
set opt(y)      	1000                           		;# y coordinate of topology
set opt(seed)   	0.0                            		;# random seed
set opt(stop)   	250                            		;# time to stop simulation

set opt(ftp1-start)     100.0

set num_wired_nodes     2
set num_bs_nodes        2  			       				;# number of base nodes

# ======================================================================

# create simulator instance
set ns_   [new Simulator]

# set up for hierarchical routing
$ns_ node-config -addressType hierarchical

AddrParams set domain_num_ 3           		;# number of domains
lappend cluster_num 1 1 1              		;# number of clusters in each domain
AddrParams set cluster_num_ $cluster_num
lappend eilastlevel 2 3 3            		;# number of nodes in each cluster
AddrParams set nodes_num_ $eilastlevel 		;# of each domain

set tracefd  [open wireless.tr w]
set namtrace [open wireless.nam w]
$ns_ trace-all $tracefd
$ns_ namtrace-all-wireless $namtrace $opt(x) $opt(y)

# Create topography object
set topo   [new Topography]

# define topology
$topo load_flatgrid $opt(x) $opt(y)

# create God
#   2 for AP1 dan AP2
create-god [expr $opt(nn) + $num_bs_nodes]

#create wired nodes
set temp {0.0.0 0.0.1}           				;# hierarchical addresses
for {set i 0} {$i < $num_wired_nodes} {incr i} {
    set W($i) [$ns_ node [lindex $temp $i]]
}

# Configure for AP1 &AP2
$ns_ node-config 	-mobileIP OFF \
                 		-adhocRouting $opt(adhocRouting) \
                 		-llType $opt(ll) \
                		 -macType $opt(mac) \
                 		-ifqType $opt(ifq) \
                 		-ifqLen $opt(ifqlen) \
                 		-antType $opt(ant) \
                 		-propType $opt(prop) \
                 		-phyType $opt(netif) \
                 		-channelType $opt(chan) \
						-topoInstance $topo \
                 		-wiredRouting ON \
						-agentTrace ON \
                 		-routerTrace ON \
                 		-macTrace OFF 

# Create AP1 and AP2
set AP1 [$ns_ node 1.0.0]
set AP2 [$ns_ node 2.0.0]
$AP1 random-motion 0
$AP2 random-motion 0
$AP1 color blue
$AP2 color red
$AP1 label "AP arsya1"
$AP2 label "AP arsya2"

# Position (fixed) for base-station nodes (AP1 & AP2).
$AP1 set X_ 600.000000000000
$AP1 set Y_ 600.000000000000
$AP1 set Z_ 0.000000000000

$AP2 set X_ 650.000000000000
$AP2 set Y_ 600.000000000000
$AP2 set Z_ 0.000000000000

# create a mobilenode that would be moving between AP1 and AP2.
# note address of fahman indicates its in the same domain as AP1.
$ns_ node-config -wiredRouting OFF

set fahman [$ns_ node 1.0.1]
set node_(0) $fahman
$node_(0) base-station [AddrParams addr2id [$AP1 node-addr]]
$fahman label "fahman"

#baru imam
set imam [$ns_ node 1.0.2]
set node_(1) $imam
$node_(1) base-station [AddrParams addr2id [$AP1 node-addr]]
$imam label "imam"

#baru bagus
set bagus [$ns_ node 2.0.1]
set node_(2) $bagus
$node_(2) base-station [AddrParams addr2id [$AP2 node-addr]]
$bagus label "bagus"

#baru abdul
set abdul [$ns_ node 2.0.2]
set node_(3) $abdul
$node_(3) base-station [AddrParams addr2id [$AP2 node-addr]]
$abdul label "abdul"

#letak imam
$imam set Z_ 0.000000000000
$imam set Y_ 500.000000000000
$imam set X_ 400.000000000000

# letak fahman
$fahman set Z_ 0.000000000000
$fahman set Y_ 600.000000000000
$fahman set X_ 400.000000000000

#letak bagus
$bagus set Z_ 0.000000000000
$bagus set Y_ 700.000000000000
$bagus set X_ 400.000000000000

#letak abdul
$abdul set Z_ 0.000000000000
$abdul set Y_ 800.000000000000
$abdul set X_ 400.000000000000

# goes back to HA
$ns_ at 50.000000000000 "$fahman setdest 600.000000000000 700.000000000000 20.000000000000"
$ns_ at 50.000000000000 "$imam setdest 500.000000000000 700.000000000000 20.000000000000"
$ns_ at 50.000000000000 "$bagus setdest 700.000000000000 700.000000000000 20.000000000000"
$ns_ at 50.000000000000 "$abdul setdest 800.000000000000 700.000000000000 20.000000000000"

$ns_ at 100.000000000000 "$imam setdest 990.000000000000 500.000000000000 20.000000000000"
$ns_ at 100.000000000000 "$fahman setdest 990.000000000000 600.000000000000 20.000000000000"
$ns_ at 100.000000000000 "$bagus setdest 990.000000000000 700.000000000000 20.000000000000"
$ns_ at 100.000000000000 "$abdul setdest 990.000000000000 800.000000000000 20.000000000000"

$ns_ at 150.000000000000 "$imam setdest 500.000000000000 500.000000000000 20.000000000000"
$ns_ at 150.000000000000 "$fahman setdest 600.000000000000 500.000000000000 20.000000000000"
$ns_ at 150.000000000000 "$bagus setdest 700.000000000000 500.000000000000 20.000000000000"
$ns_ at 150.000000000000 "$abdul setdest 800.000000000000 500.000000000000 20.000000000000"

$ns_ at 200.000000000000 "$imam setdest 400.000000000000 500.000000000000 20.000000000000"
$ns_ at 200.000000000000 "$fahman setdest 400.000000000000 600.000000000000 20.000000000000"
$ns_ at 200.000000000000 "$bagus setdest 400.000000000000 700.000000000000 20.000000000000"
$ns_ at 200.000000000000 "$abdul setdest 400.000000000000 800.000000000000 20.000000000000"

# create links between wired and BaseStation nodes
$ns_ duplex-link $W(0) $W(1) 5Mb 2ms DropTail
$ns_ duplex-link $W(1) $AP1 5Mb 2ms DropTail
$ns_ duplex-link $W(1) $AP2 5Mb 2ms DropTail

$ns_ duplex-link-op $W(0) $W(1) orient down
$ns_ duplex-link-op $W(1) $AP1 orient left-down
$ns_ duplex-link-op $W(1) $AP2 orient right-down

# setup TCP connections between a wired node and the MobileHost
#warna-warna
$ns_ color 0 blue
$ns_ color 1 red
$ns_ color 2 green
$ns_ color 3 magenta

$W(0) label "Server FTP"
$W(1) label "Router"

set tcp1 [new Agent/TCP]
$tcp1 set class_ 0
set sink1 [new Agent/TCPSink]
$ns_ attach-agent $W(0) $tcp1
$ns_ attach-agent $fahman $sink1
$ns_ connect $tcp1 $sink1
set ftp1 [new Application/FTP]
$ftp1 attach-agent $tcp1
$ns_ at 3.0 "$ftp1 start"

set tcp2 [new Agent/TCP]
$tcp2 set class_ 1
set sink2 [new Agent/TCPSink]
$ns_ attach-agent $W(0) $tcp2
$ns_ attach-agent $imam $sink2
$ns_ connect $tcp2 $sink2
set ftp2 [new Application/FTP]
$ftp2 attach-agent $tcp2
$ns_ at 3.0 "$ftp2 start"

set tcp3 [new Agent/TCP]
$tcp3 set class_ 2
set sink3 [new Agent/TCPSink]
$ns_ attach-agent $W(0) $tcp3
$ns_ attach-agent $abdul $sink3
$ns_ connect $tcp3 $sink3
set ftp3 [new Application/FTP]
$ftp3 attach-agent $tcp3
$ns_ at 3.0 "$ftp3 start"

set tcp4 [new Agent/TCP]
$tcp4 set class_ 3
set sink4 [new Agent/TCPSink]
$ns_ attach-agent $W(0) $tcp4
$ns_ attach-agent $bagus $sink4
$ns_ connect $tcp4 $sink4
set ftp4 [new Application/FTP]
$ftp4 attach-agent $tcp4
#$ns_ at  $opt(ftp2-start) "$ftp2 start"
$ns_ at 3.0 "$ftp4 start"

# Define initial node position in nam

for {set i 0} {$i < $opt(nn)} {incr i} {

    # 20 defines the node size in nam, must adjust it according to your
    # scenario
    # The function must be called after mobility model is defined

    $ns_ initial_node_pos $node_($i) 30
}     

# Tell all nodes when the siulation ends
for {set i 0} {$i < $opt(nn) } {incr i} {
    $ns_ at $opt(stop).0 "$node_($i) reset";
}
$ns_ at $opt(stop).0 "$AP1 reset";
$ns_ at $opt(stop).0 "$AP2 reset";

$ns_ at $opt(stop).0002 "puts \"NS EXITING...\" ; $ns_ halt"
$ns_ at $opt(stop).0001 "stop"
proc stop {} {
    global ns_ tracefd namtrace
    close $tracefd
    close $namtrace
    exec nam wireless.nam &
    exec awk -f delay.awk wireless.tr &
    exec awk -f packetloss.awk wireless.tr &
    exec awk -f throughput.awk wireless.tr &
    exec awk -f jitter.awk wireless.tr &
    exec xgraph delay.tr -geometry 400x800 &
exit 0
}

# some useful headers for tracefile
puts $tracefd "M 0.0 nn $opt(nn) x $opt(x) y $opt(y) rp \
	$opt(adhocRouting)"
puts $tracefd "M 0.0 sc $opt(sc) cp $opt(cp) seed $opt(seed)"
puts $tracefd "M 0.0 prop $opt(prop) ant $opt(ant)"

puts "Starting Simulation..."
$ns_ run

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
delay.awk
BEGIN {
         for (i in send) {
                 send[i] = 0
		 sendt[i] = 0
         }
         for (i in recv) {
                 recv[i] = 0
		 recvt[i] = 0
         }
         delay = 0
         num = 0
         avg_delay = 0
}

{
         # Trace line format: normal
         if ($2 != "-t") {
                event = $1
                time = $2
                node_id_s = $3
		node_id_d = $4
		pkt_type = $5
		pkt_size = $6
		pkt_attrib = $7
                pkt_id = $12
         }
         # Trace line format: new
         if ($4 == "AGT" || $4 == "RTR") {
                 event = $1
                 time = $2
                 node_id_d = $3
                 pkt_type = $7
                 pkt_size = $8
                 flow_id = $5
                 pkt_id = $6
         }

         # Store packets sent
         if (event == "+" && node_id_s == "0" && pkt_type == "tcp") {
                 send[pkt_id] = time
		 sendt[pkt_id] = 1
         #        print("send[",pkt_id,"] = ",time)
         }
         # Store packets arrival time
         if (event == "r" && node_id_d == "_4_" && pkt_type == "tcp") {
                 recv[pkt_id] = time
		 recvt[pkt_id] = 1
         #        print("recv[",pkt_id,"] = ",time)
         #       print(" --> delay[",pkt_id,"]= ",recv[pkt_id]-send[pkt_id])
        if (recvt[pkt_id] == 1 && sendt[pkt_id] == 1) {
		print (time," ",(recv[pkt_id]-send[pkt_id])) > "delay.tr" }
        }
}

END {
        # Compute average delay
        for (i in recv) {
                if (sendt[i] == 1 && recvt[i] == 1) {
                     delay += recv[i] - send[i]
                     num ++

                }
	}

        if (num != 0) {
                avg_delay = delay / num
        } else {
                avg_delay = 0
        }
        print("")
        print("")
        print("==> Average delay = ",avg_delay,"s")
        print("                  = ",avg_delay*1000,"ms")

}

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
jitter.awk
BEGIN {
       num_recv=0
       for (i in sendTime) {
                 sendTime[i] = 0
         }
       for (i in recvTIme) {
                 recvTime[i] = 0
         }

}

{
    # Trace line format: normal
 	if ($2 != "-t") {
 	event     = $1
  	time      = $2
  	node_id_s = $3
 	node_id_d = $4
  	flow_id   = $8
  	pkt_id    = $12
  	pkt_size  = $6
  	pkt_type  = $5

 	}

    # Trace line format: new
 	if ($4 == "AGT" || $4 == "RTR") {
#  	         flow_t   = $45
#  	         level    = $19
                 event    = $1
                 time     = $2
                 node_id_d = $3
                 pkt_type = $7
                 pkt_size = $8
                 flow_id  = $5
                 pkt_id   = $6
 	}

    # Store packets send time
 	if (event == "+" && pkt_type == "tcp" && node_id_s == "0") {
  	sendTime[pkt_id] = time
 	}

    # Store packets arrival time
 	if (event == "r" && pkt_type == "tcp" && node_id_d == "_4_") {
  	recvTime[pkt_id] = time
  	num_recv++
 	}
}

END {
    # Compute average jitter
	jitter1 = jitter2 = tmp_recv = 0
 	prev_time = delay = prev_delay = processed = 0
 	prev_delay = -1

 	for (i=0; processed<num_recv; i++) {
  	if(recvTime[i] != 0) {
          			tmp_recv++
   				if(prev_time != 0) {
    							delay = recvTime[i] - prev_time
    							e2eDelay = recvTime[i] - sendTime[i]
    							if(delay < 0) delay = 0
    							if(prev_delay != -1) {
     										jitter1 += abs(e2eDelay - prev_e2eDelay)
     										jitter2 += abs(delay - prev_delay)
    									     }
    							prev_delay = delay
    							prev_e2eDelay = e2eDelay
   			  			   }
   				prev_time = recvTime[i]
				processed++
 			      }

 	 }
}

END {

       print("One way jitter       = ",jitter1*1000/tmp_recv," ms");
       print("Inter arrival jitter = ",jitter2*1000/tmp_recv," ms");
}

function abs(value) {
			if (value < 0) value = 0-value
			return value
		    }
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
packetloss.awk

BEGIN {
         for (i in send) {
                 send[i] = 0
         }
         for (i in recv) {
                 recv[i] = 0
         }
         tx = 0
         drop = 0
         pkt_loss = 0
}

{
         # Trace line format: normal
         if ($2 != "-t") {
                event = $1
                time = $2
                node_id_s = $3
		node_id_d = $4
		pkt_type = $5
		pkt_size = $6
		pkt_attrib = $7
                pkt_id = $12
         }
         # Trace line format: new
         if ($4 == "AGT" || $4 == "RTR") {
                 event = $1
                 time = $2
                 node_id_d = $3
                 pkt_type = $7
                 pkt_size = $8
                 flow_id = $5
                 pkt_id = $6
         }

         # Store packets sent
         if (event == "+" && node_id_s == "0" && pkt_type == "tcp") {
                 send[pkt_id] = 1
                 #printf("send[%g] = 1\n",pkt_id)
         }
         # Store packets arrival time
         if (event == "r" && node_id_d == "_4_" && pkt_type == "tcp") {
                 recv[pkt_id] = 1
                 #printf("\t\trecv[%g] = 1\n",pkt_id)
         }

}

END {
         #printf("%10g ",flow)
         for (i in send) {
                 if (send[i] == 1) {
                         tx ++
                         if (recv[i] == 0) {
                                 drop ++
                                 #printf("pkt %g not recvd\n",i)
                         }
                  }
         }
         if (tx != 0) {
                 pkt_loss = drop / tx
         } else {
                 pkt_loss = 0
         }
	 print("")
         print("Packet sent        = ",tx)
	 print("Packet dropped 	   = ",drop)
	 print("==> Packet loss    = ",pkt_loss*100,"%")
	 print("")
}

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Throughput.awk

BEGIN {
         for (i in send) {
                 send[i] = 0
         }
         for (i in recv) {
                 recv[i] = 0
         }
         tx = 0
         drop = 0
         pkt_loss = 0
	 pkt_rcvd = 0
	 time_obsrv = 200
}

{
         # Trace line format: normal
         if ($2 != "-t") {
                event = $1
                time = $2
                node_id_s = $3
		node_id_d = $4
		pkt_type = $5
		pkt_size = $6
		pkt_attrib = $7
                pkt_id = $12
         }
         # Trace line format: new
         if ($4 == "AGT" || $4 == "RTR") {
                 event = $1
                 time = $2
                 node_id_d = $3
                 pkt_type = $7
                 pkt_size = $8
                 flow_id = $5
                 pkt_id = $6
         }

         # Store packets sent
         if (event == "+" && node_id_s == "0" && pkt_type == "tcp") {
                 send[pkt_id] = 1
                 #printf("send[%g] = 1\n",pkt_id)
         }
         # Store packets arrival time
         if (event == "r" && node_id_d == "_4_" && pkt_type == "tcp") {
                 recv[pkt_id] = 1
                 #printf("\t\trecv[%g] = 1\n",pkt_id)
         }
}

END {
         #printf("%10g ",flow)
         for (i in send) {
                 if (send[i] == 1) {
                         tx ++
                         if (recv[i] == 0) {
                                 drop ++
                                 #printf("pkt %g not recvd\n",i)
                         }
                  }
         }
         if (tx != 0) {
                 pkt_loss = drop / tx
		 pkt_rcvd = tx - drop
         } else {
                 pkt_loss = 0
         }
	 print("")
         print("Packet sent             = ",tx)
	 print("Packet success received = ",pkt_rcvd)
	 print("==> Throughput		= ",pkt_rcvd/time_obsrv,"packets/s" )
	 print("			= ",(pkt_rcvd/time_obsrv)*(8/1000000),"Mbps" )
}

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Source : Laboraturium Switching IT Telkom
 

patching Routing Protokol OLSR ->
 tersedia untuk ns-allinone-2.33-rc4 dan ns-allinone-2.29 

patching untuk TORA ->
 tersedia untuk NS-allinone-2.30 (pada lingkungan Red Hat 8)

 Patching untuk AODV-UU ->
 tersedia untuk ns-allinone-2.34 
 
2 Comments

Posted by on July 12, 2011 in Networking

 

Tags: , ,

Jaringan Komputer – (Sejarah dan Klasifikasi) Part II

Wikipedia :

Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer, software dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Tujuan dari jaringan komputer adalah:

  • Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian pencetak (printer), Unit Pengolah Pusat (CPU), memori, Cakram keras (harddisk}
  • Komunikasi: contohnya surat elektronik (e-mail), pesan instan (instant messaging), percakapan di internet (chatting)
  • Akses informasi: contohnya Peramban web (web browsing) . Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server).Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

Suatu jaringan komputer terdiri atas :

  1. Minimal dua buah komputer.
  2. Kartu jaringan (network interface card / NIC) pada setiap komputer.
  3. Medium koneksi, yang menghubungkan kartu jaringan satu komputer ke komputer lainnya, biasa disebut sebagai medium transmisi data, bisa berupa kabel maupun nirkabel atau tanpa-kabel (wireless seperti radio, microwave, satelit, dan sebagainya).
  4. Perangkat lunak sistem operasi jaringan (network operating system software / NOSS) yang berfungsi untuk melakukan pengelolaan sistem jaringan, misalnya: Windows 2000, Windows NT, Novell Netware, Linux, dan sebagainya.
  5. Peralatan interkoneksi seperti Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway, apabila jaringan yang dibentuk semakin luas jangkauannya.
Sejarah
  1. Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.
  2. Kemudian ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai berkembang sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia (terminal), untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System). Maka untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan (host) komputer. Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
  3. Pada tahun 1969, Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik.Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Dan di tahun 1970 itu juga setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.
  4. Tahun tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program surat elektonik (email) yang dibuatnya setahun yang lalu untuk ARPANET. Program tersebut begitu mudah untuk digunakan, sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1972, ikon at (@) juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”.Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1973, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network (Internet). Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex. Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan surat elektronik dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.
  5. Pada tahun 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET (User Network).Tahun 1981, France Telecom menciptakan sesuatu hal yang baru dengan meluncurkan telepon televisi pertama, di mana orang bisa saling menelepon yang juga berhubungan dengan video link.
  6. Seiring dengan bertambahnya komputer yang membentuk jaringan, dibutuhkan sebuah protokol resmi yang dapat diakui dan diterima oleh semua jaringan. Untuk itu, pada tahun 1982 dibentuk sebuah Transmission Control Protocol (TCP) atau lebih dikenal dengan sebutan Internet Protocol (IP) yang kita kenal hingga saat ini. sementara itu, di Eropa muncul sebuah jaringan serupa yang dikenal dengan Europe Network (EUNET) yang meliputi wilayah Belanda, Inggris, Denmark, dan Swedia.Jaringan EUNET ini menyediakan jasa surat elektronik dan newsgroup USENET. Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan Sistem Penamaan Domain atau domain name system, yang kini kita kenal dengan DNS. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih.[5] Pada 1987, jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10000 lebih.
  7. Tahun 1988, Jarkko Oikarinen berkebangsaan Finlandia menemukan sekaligus memperkenalkan Internet Relay Chat atau lebih dikenal dengan IRC yang memungkinkan dua orang atau lebih pengguna komputer dapat berinteraksi secara langsung dengan pengiriman pesan (Chatting ).Akibatnya, setahun kemudian jumlah komputer yang saling berhubungan melonjak 10 kali lipat. tak kurang dari 100000 komputer membentuk sebuah jaringan. Pertengahan tahun 1990 merupakan tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee merancang sebuah programe penyunting dan penjelajah yang dapat menjelajai komputer yang satu dengan yang lainnya dengan membentuk jaringan. Programe inilah yang disebut Waring Wera Wanua atau World Wide Web.[6]
  8. Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing (menjelajah).
  9. Tahun 1994, situs-situs di internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya berbelanja melalui internet atau virtual-shopping atau e-retail muncul di situs. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.
Secara umum jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu;

1. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya printer) dan saling bertukar informasi.



2. Metropolitan Area Network (MAN)

Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum.
MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.



3. Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua.
WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.

 

4. Internet

Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda.
Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.

5. Jaringan Nirkabel (Wireless)

Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel.
Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.

 
1 Comment

Posted by on June 29, 2011 in Networking

 

Jaringan Komputer (Introduction) – Part I

Halaman dan kategori ini akan membahas tentang beberapa hal tentang jaringan komputer dan hal hal yang terkait , diantaranya :

1. Jaringan Komputer

2. Berbagai Jenis topologi jaringan komputer

3. Jaringan berkabel dan Jaringan nirkabel (wireless)

4. Keterkaitan jaringan komputer dan Jaringan telekomunikasi

5. Jaringan masa depan serta pengembanganya

6. Research Jaringan Komputer

Tulisan tulisan ini juga disertai dengan source atau asal informasi , kiranya dapat memberikan sedikit banyaknya kontribusi bagi pengembangan dunia teknologi informasi indonesia.

Halaman yang ada pada blog ini akan mengkonsentrasikan pada pembahasan pada Jaringan berkabel dan Jaringan non kabel , mengingat 2 jenis jaringan itu menjadi 2 Domain besar dalam pengembangan jaringan komputer selanjutnya .

regrads

Ronald M Hutabarat , ST

 
3 Comments

Posted by on June 29, 2011 in Networking

 

take a change…and never look at back

take a change…and never look at back

 
Leave a comment

Posted by on April 22, 2011 in sehari hari

 

10 STATUS KONYOL DI BULAN MARET 2011

Saya hadir kembali setelah sekian lama lupa dan sibuk sehingga ndak sempat update blog saya,kali ini saya kembali hadir dengan beberapa update status yang lucu dan aneh…cekidot gan

  1. Nasib mu 5,10 hingga berpuluh puluh tahun kedepan, ITU DITENTUKAN OLEH SIKAP MU SAAT INI…..bukan ditentukan INSTITUSI dimana anda Menuntut Ilmu….Kalo kuliah di poltek yah buat poltek,kalo kuliah di ITT buat di di ITT …kalo di ITB yah buat ITB….kenapa harus MALU…dan gak perlu juga BERLAGAK ….sama ALMAMATER Sendiri pun Maila…Bagaimana Anda Bisa Dituntut Untuk Loyal pada Institusi anda BEKERJA nanti….???
  2. Jika semua masalah yg anda hadapi anda ibarat kan layaknya sebuah susunan puzzle…..maka semua masalah pasti ada solusinya
  3. SESAT atau tidak,biarlah itu urusan mereka dengan TUHAN,tidak ada urusannya dengan PARANG & GOLOK
  4. Anda mungkin mampu untuk membangun rumah diatas pasir,tapi tidak utk mempertahankan eksistensinya,trust me
  5. Beberapa orang beranggapan betapa pentingnya status relationship with bla bla bla bla di FACEBOOK ini daripada serius menjalani relationship yang nyata diluar sana…Dammm…..
  6. Think That : Wanita yang ideal untuk dijadikan istri harus memenuhi kriteria: COMPATIBLE,UPGRADABLE, MULTI-TASKING, USER-FRIENDLY dan punya INTERFACE yang menarik sekaligus ergonomic.
  7. Kita masing masing memiliki dua kaki yg dianugrahkan TUHAN…dan akan menjadi Konstruksi yang Kokoh Ketika Dijalankan Secara Simultan untuk beban apapun itu
  8. “Uang 100 milyar pun belum tentu membuat kita bahagia. Orang yang punya duit Rp 500 trilyun belum tentu bahagia daripada orang yang punya duit Rp 499,9 trilyun.”
  9. “Bersyukurlah jika anda mempunyai pekerjaan susah. Sebab jika pekerjaan anda mudah, sebentar lagi anda akan digantikan oleh robot.”
  10. Bila kakimu tdk panjang namun ingin cpt sampai maka berjalanlah lbh cepat hingga bisa menyamakan kedudukan..bila otakmu tak lbh pintar namun ingin meraih sukses yg sama maka bekerja dan belajarlah lbh keras..bila kau sdh pintar dan kerja lbh keras namun hasilnya krg memuaskan,belajarlah utk bersyukur krn akan terasa menyenangkan..
 
Leave a comment

Posted by on March 20, 2011 in Humonaria, sehari hari, Status Konyol

 

Manager dan IT Staff

sudah lama saya tidak mengupdate blog ini,hemmm mumpung lagi nganggur,sayah coba untuk iseng menulis dialog konyol yang saya imaginasikan sendiri,mumpung masih ingat dan ndak lupa,wkwkkwkw
NB : No repost

Dialog antara seorang Staff IT (B) dan Manager IT Support (A)

A : Kamu bisa coding ?
B : Ndak pak…
A : kenapa ? Malas belajar nya ?
B : ndak pak,saya malas coding ajah
A : kenapa malas ?
B : ada bisul di pantat saya pak
A : oh gitu…jadi..??
B : saya susah duduk,jadi gelisah kalo untuk duduk lama dan coding,saya suka ndak fokus pak
A : oke ,kalo gitu kamu bisa maintence jaringan ?
B : ndak pak
A : loh kok gitu ?
B : tangan saya terkilir pak …dan juga bisulan…
A : jadi kamu bisa nya apa ?
B : ndak tahu juga pak…
A : kok jawabnya gitu…untuk apa kamu saya reqrut…
B : yah , lantas kenapa saya diloloskan pak?
A : kamu mau saya pecat,ini itu ndak bisa…
B : jangan pak …anak istri saya mau makan apa nanti …
A : yah suruh makan bisul kamu itu ajah *dengannadamarah…
B : wah si bapak kasar banget,pak boleh saya bertanya ?
A : yah ..silahkan…
B : Binatang apa yang doyan ngomong “Kenapa” ?
A : Arghhh…main tebak tebak lagi sama saya,ini kantor,bukan taman TK
B : jawab sajah pak,saya akan resign setelahnya
A : oke ,sapi
B : Salah pak…!!
A : kambing
B : Salah pak…!!
A : Monyet…
B : Salah pak…!!
A : burung..
B : masih tetap Salah pak…!!
A : jadi jawabannya apa ?
B : BABI pak…
A : Kenapa ?
B : loh kok tanya saya pak,bapak kan BABI nya?
A : maksud kamu apa ?
B : hahahha
A : cukup,kamu saya pecat…
B : arghhh…cukup cukup…gantian sekarang saya yang jadi managernya….
A : arghh,baru juga bentar berperan jadi manager,kamu udah bosan…

Just Joke Guy’s…

 
Leave a comment

Posted by on March 20, 2011 in Joke's

 

17 Chart lagu natal terbaru versi anakkebo.wordpress.com

 

Natal sebentar lagi akan tiba..bagi anda yang akan merayakannya …tentu saja tidak lengkap untuk tidak menikmati Koleksi Lagu lagu natal terbaru dari berbagai musisi mancanegara…Berikut ada 20 Chart lagu Natal Terbaru…silahkan dinikmati dan diunduh…Tuhan memberkati..>Cekidot<
Happy Holidays…

  1. Annie Lennox – God Rest Ye Merry Gentlemen.mp3
  2. Britney Spears My Only Wish (This Year) – Christmas Song.mp3
  3. Cascada Last Christmas.mp3
  4. Christina Aguilera – Christmas Time.mp3
  5. Coca-Cola Navidad 2010 .mp3
  6. Coldplay – Christmas Lights .mp3
  7. Dave Barnes -Christmas Tonight Feat Hillary Scott starring Jennifer Love Hewitt.mp3
  8. Destiny’s child- 8 days of christmas .mp3
  9. Hannah Montana-Rockin Around The Christmas Tree Song .mp3
  10. Jessica Simpson – Happy Christmas duet Ashley Simpson.mp3
  11. Katharine McPhee – It’s Not Christmas Without You.mp3
  12. Mariah Carey – Oh Santa.mp3
  13. Merry Christmas Everyone – Shakin Stevens -.mp3
  14. My Chemical Romance -All I Want For Christmas Is You.mp3
  15. N Sync – Merry Christmas, Happy Holidays .mp3
  16. NOTA – All I Want For Christmas Is You.mp3
  17. Train – Shake Up Christmas .mp3

Source :

www.youtube.com

http://www.billboard.com

Link For Download

 
Leave a comment

Posted by on December 19, 2010 in Mp3

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.